Kondisi Terkini dan Potensi Bahaya di Tol Cikapali

Kamis, 18/06/2015 13:42 WIB |

mobilinanews.com (Tol Cikapali) – Tol Cikopo – Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 km telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juni 2015. Meski demikian dari sejumlah informasi, jalan tol yang memperpendek jarak tempuh 40 km di jalur Pantura ini masih menyimpan sejumlah permasalahan (baca juga Berhati Hati Melaju Di Tol Cikapali). Padahal momen mudik dan liburan Lebaran Idul Fitri 2015 terjadi kurang dari sebulan ke depan.

Berdasarkan penelusuran mobilinanews dari berbagai sumber, hari pertama diresmikan tol Cikopo – Palimanan masih sepi. Ini terbukti mayoritas mobil masih dapat melaju kencang. Bahkan banyak yang memacu kecepatan di atas 140 km/jam. Padahal di sisi jalan sudah terpasang rambu peringatan maksimal 80 km/jam dan minimal 60 km/jam. Hal ini tentu membahayakan, khususnya ketika melintasi kondisi jalan yang terdiri dari dua lajur juga diwarnai dengan jalanan yang menikung atau turunan dan tanjakan di beberapa titik.

Di hari pertama setelah peresmian dapat dilaporkan kondisi jalan dari Jakarta hingga Kanci masih baik, meski titik-titik kemacetan masih terjadi. Sayang kondisi jalan dari Kanci ke Pejagan masih belum diperbaiki alias masih rusak.

Sementara di sisi kiri jalan banyak pula mobil boks dan truk ringan yang melaju di bawah 60 km/jam. Perilaku dan gaya mengemudi yang berbeda ini dapat mengundang bahaya yang cukup tinggi. Pasalnya jika ada dua mobil beriringan yang melaju kencang di belakang kendaraan jenis mobil boks dan truk ringan itu, akan sulit menghindar khususnya di kondisi jalan tikungan atau turunan.

Untuk mengatasi hal ini, ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu menjaga kecepatan yang aman sesuai anjuran dan pihak yang berwenang dapat segera melengkapi rambu lalu lintas yang memadai. Kelemahan lain dari kondisi terkini di pintu tol Cikopo dan di pintu tol Palimanan adalah belum adanya jalur pembatas yang jelas menjelang pintu keluar. Hal ini sangat berpotensi membuat kendaraan saling serobot dan terjadinya penumpakan kendaraan di pintu tol.

Selepas pintu keluar tol Pejagan , pengguna jalan akan langsung berhadapan dengan jalanan yang menyempit. Sama halnya dengan selepas pintu keluar tol Cikopo, dimana pengguna jalan langsung berhadapan dengan titik pusat kemacetan di ruas tol Cikampek – Jakarta. Hal ini sangat berpotensi menjadi pusat kemacetan akut di saat puncak arus mudik dan arus balik.

Selepas keluar pintu Pejagan, pengguna kendaraan tidak punya alternatif jalan buat menghindari pertigaan tanpa lalu lintas dan perlintasan kereta api. Belum lagi kondisi jalan menuju arah Purwokerto masih dibuka tutup, karena ada perbaikan beton.