mobilinanews.com (Jakarta) – Para ketua Pengprov IMI yang datang ke acara bukber di Dapur Sumda, Cipete, Jaksel, Sabtu (4/7) kecewa tidak mendapatkan informasi yang diperlukan. Terutama menyangkut Pra-PON balap motor yang akan dilangsungkan di sirkuit Sentul, Bogor, Oktober mendatang.
“Saya berharap ada penjelasan soal Pra-PON. Ternyata, tidak ada keterangan apapun dari PP IMI. Padahal ini waktunya sudah sangat mendesak. Masak sampai sekarang belum juga ditentukan akan memakai motor apa? Honda, Yamaha atau dibebaskan?,” ujar Usep RS, ketua Pengprov IMI Kepri kepada mobilinanews.
Tidak hanya soal motor, tapi dengan belum ada keputusan apapun soal Pra PON Jawa Barat tahun 2016 ini, Pengprov IMI serba bingung. Mau mengajukan anggaran ke KONI daerah pun susah. Karena belum ada soal kejelasan soal regulasi dansegala macamnya.
“Ini kan kami berhubungan dengan pihak lain, KONI daerah. Soal anggaran, soal target, kesiapan pebalapnya. Ya kami pikir ada penjelasan mengenai itu di acara bukber tadi. Kan ada pak ketum dan sekjen PP IMI. Memang tidak kelihatan sih dari bidang olahraga,” lanjut Usep.
Sutarto dari Kalimantan Selatan juga bingung. Sambutan dari Nanan Sukarna selaku ketua umum PP IMI tidak ada menyinggung soal persiapan Pra PON sama sekali. “Padahal itu yang kami tunggu-tunggu. Mau tanya pengurus yang lain, tidak ada pengurus dari bidang olahraga yang nongol. Memang sih ini acaranya Pengprov IMI DKI,” sebut ketua umum Pengprov IMI Kalimantan Selatan itu.
Maka itu, pertemuan dengan salah satu kandidat ketua PP IMI Prasetyo Edi Marsudi di sebuah kafe di Plaza Indonesia seperti menjadi ajang keluh kesah. Namun Ketua DPRD DKI yang didaulat untuk mampir ke kafe itu oleh perwakilan ketua Pengprov lebih banyak mendengarkan dengan sabar curhatan para ketua Pengprov itu.
“Ya kami minta waktunya Pak Pras sebentar untuk bertemu dengan teman-teman para ketua Pengprov. Sekaligus menunjukkan bahwa para ketua Pengrprov IMI itu tetap kompak dan solid. Hanya silaturahmi saja, tidak ada penggiringan untuk calon ketua umum PP IMI tertentu,” ujar Judiarto ketua IMI DKI tetap tenang.
Menyinggung lambatnya kinerja PP IMI menyiapkan beberapa event penting, Judiarto mengakuinya. Dia tidak hanya melihat persiapan Pra-PON balapa motor yang amburadul, juga persiapan Munas PP IMI dan kelanjutan kejurnas balap motor tahun ini.
“Kalau melihat event-event itu bekejaran dengan waktu yang pendek, kok saya pesimitis. Terutama untuk 5 seri sisa kejurnas balap motor tahun ini, saya nggak yakin bisa terlaksana. Apalagi akan di sela dengan pelaksanaan Pra PON balap motor di Sentul. Saya nggak tahu, mau jadi apa nih event balap di Indonesia?,” bingung mantan crosser dan pemilik Lighting Production itu.