mobilinanews.com (Jakarta) - Sepintas jika kita melihat bentuk fisik speaker adalah sama-sama bulat. Ribuan merk speaker dengan berbagai design dan fashion ditawarkan. Namun ujung-ujungnya tetap satu, yaitu speaker sama-sama bulat. Lantas bagaimana kita membedakannya.
Ungkapan yang menyatakan "don`t judge a book by its cover" memang tepat untuk urusan yang satu ini. Yup, speaker yang bisa kita simpulkan sebagai salah satu mysterious stuff yang ada di dunia mobil. Pada prinsipnya speaker terdiri dari beberapa bagian seperti cone, duscap, surround, spider, voice coil, frame dan magnet.
Semua item itu berkolaborasi untuk menghasilkan satu yaitu suara. Speaker sebenarnya penerjemah elektromekanikal yang berfungsi merubah signal elektrik menjadi suara. Sedangkan loudspeaker bisa diartikan sebagai individual divices (biasa juga disebut driver-RED) yang juga bisa terdiri dari enclosure, satu atau lebih driver serta beberapa komponen elektronik bantuan (pasif crossover).
Jadi pada prinsipnya setiap speaker mempunyai komponen serta tipikal system kerja yang sama namun dengan hasil akhir yang berbeda-beda tentunya.
Sejarah Speaker
Alexander Graham Bell menemukan speaker sebagai bagian dari penemuan pentingnya yaitu telepon pada 1876 yang juga diikuti Ernst Siemens dan Nikola Tesla pada 1881 namun tidak di patent-kan. Setelah itu banyak sekali ilmuwan yang menemukan devices seperti ini namun tidak dapat bekerja optimal. Pada akhirnya design speaker sempurna diperkenalkan Oliver Lodge pada 1898 yang selanjutnya dipatent-kan Chester W. Rice dan Edward W. Kellogg pada 1924.
Berikutnya, teknologi speaker terus berkembang sejak tahun 50-an di mana dilanjutkan dengan penemuan design enclosure serta material-material lain yang mampu menghasilkan suara lebih baik. Improve terbesar adalah pada materi cone dengan menggunakan adhesives temperatur tinggi diikuti dengan permanent magnet material.
Jenis Speaker
Dalam perkembangannya, speaker juga mempunyai beberapa tipe yang sebenarnya dibedakan menurut cara kerjanya namun tetap mempunyai tujuan satu, yaitu menerjemahkan signal elektrik menjadi suara.
Pertama adalah Horn Speaker. Ini adalah teknologi tertua dalam dunia speaker. Pada era perang dunia II dan sebelum era stereo, horn cukup banyak berperan sebagai "corong" propaganda perang. JBL, Hartley and Klipsch merupakan beberapa pabrikan horn diawal kejayaanya.
Kedua adalah Piezoelectric Speakers. Keunikan jenis speaker yang satu ini adalah kemampuannya dalam menerjemahkan suara tinggi yang extra extend. Memamg diluar jangkauan kemampuan telinga manusia. Oleh karena itu juga biasa digunakan sebagai tweeter pada speaker component mahal.
Dia juga tangguh menghadapi sistem yang "over load". Atas keunikannya itu, piezoelectric kerap digunakan untuk kepentingan teknologi sonar pada kapal selam atau kapal perang dan pesawat.
Ketiga adalah electrostatic speakers. Untuk yang satu ini prinsipnya menggunakan medan elektrik bertegangan tinggi untuk men-drive membran yang sangat tipis diantara dua kutub yang biasa disebut stator. Membran tadi tidak lain adalah sebagai voice coil yang mampu memproduksi suara yang linear dengan dinamika yang baik.
Ada yang membuat electrostatik berbeda dengan speaker bereknologi piston/cone konvensional, yaitu ketidakmampuannya dipasang pada enclosure box untuk memperoleh nilai low yang lebih rendah namun frekuensi menengah dan tinggi banyak pihak menilai "biasanya" lebih natural. Ukurannya yangterbilang besarjuga menjadi kendala tersendiri.
Keempat adalah ribbon dan planar magnetic speaker. Ribbon berisi metal film ribbon yang sangat tipis yang berada diantara medan magnet yang berfungsi untuk memproses electrical signal menjadi suara. Ribbon berkarakter sangat cepat dan mempunyai respon tinggi yang sangat baik.
Salah satu ciri ribbon adalah adanya trafo pada bagian belakang speaker dengan ukuran relatif tebal. Namun selain itu, ribbon juga terbilang “fragile” lantaran metal film ribbon yang riskan akan gangguan. Sedangkan planar juga biasa disebut sebagai "ribbon wanna be". Biasa disebut begitu karena memang mempunyai kemiripan.
Namun sebenarnya berbeda. Planar berisi fleksibel membran dengan voice coil yang menyatu didalamnya.