mobilinanews (Inggris) - Sudah beberapa kali Lando Norris putus dengan pacar. Tak masalah karena ia bisa cepat dapat gantinya. Tapi, menjadi juara dunia F1, baru kali ini terbuka kesempatannya.
Pembalap tim McLaren itu putus dengan model cantik dan belia, Margarida Conceiro (Portugal). Mereka resmi berpacaran sejak Mei tahun lalu.
Sejak itu performa Norris di trek balap F1 pun menanjak. Sang pacar acap mendampingi di garasi tim McLaren.
Terbaru, Norris bikin penampilan super keren di GP Belanda beberapa hari lalu. Berlaga di home race Max Verstappen (Red Bull Racing) di Sirkuit Zanvoort, Norris mencatatkan pole sitter, fastest lap dan kemenangan sekaligus. Membuat seratusan ribu pendukung Verstappen terlongo-longo.
Itu merapatkan jarak Norris dengan Verstappen di klasemen pembalap menjadi 70, dan McLaren pun menjadi ancaman serius di klasemen konstruktor dengan defisit poin tinggal 30 poin dengan Red Bull Racing.
Lewat media Inggris Dailymail, Norris membenarkan telah putus dengan sang pacar. Namun itu justru membuatnya bisa semakin fokus untuk mengejar dan menyerang Verstappen dalam perburuan gelar 2024. Misi yang juga sudah diapungkan CEO McLaren Zak Brown.
"Di kejuaraan konstruktor kami punya kans. Tapi, di kejuaraan dunia pembalap, konyol saja jika saya memburu gelar melawan Max neskipun faktanya mobil kami tercepat saat ini," kata Norris.
Ia sangat yakin Red Bull dan Verstappen akan terus mengembangkan mobil RB20 mereka di sisa musim kompetisi tahun ini, sebagaimana telah dilakukan McLaren dengan MCL38 besutan mereka.
"Peluang kami sangat terbuka di kejuaraan dunia konstruktor. Kami ingin fokus itu saja," imbuhnya.
Betul, tertinggal 70 poin memang berat mengalahkan Verstappen dalam 9 sisa race F1 tahun ini. Tapi, apa saja bisa terjadi dengan cepat. Menurut Verstappen sendiri, angka 70 itu belum menjamin apa pun, terlebih jika mobilnya masih bermasalah seperti saat ini. Saat ia tak pernah menang dalam 5 seri berturut, termasuk di kandang yang ia menangkan dalam tiga tahun berturut sejak Zanvoort mulai gelar F1 lagi sejak 2021.
Beda dengan kejuaraan konstruktor. Di sini pembalap McLaren lainnya, Oscar Piastri, pun rajin menabung poin dan acap finish podium. Di sisi lain, di Red Bull tampak hanya Verstappen yang rajin menabung. Team mate-nya, Sergio Perez, tahun ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Wajar jika dalam sebuah paling yang digelar PlanetF1, 73% pembacanya yakin McLaren akan menumbangkan Red Bull Racing, 18% tak yakin dan sisanya 50:50.
Race F1 berikutnya berlangsung di GP Italia, Sirkuit Monza, Italia, 1 September 2024. Senjata baru apa lagi yang akan dibawa McLaren untuk menggencarkan serangan? (rn)