Yuanhang di Ujung Tanduk: Raksasa EV China Terancam Bangkrut

Jum'at, 01/11/2024 12:15 WIB | Ade Nugroho
Deretan mobil Yuanhang yang sempat menjadi raksasa EV China
Deretan mobil Yuanhang yang sempat menjadi raksasa EV China

mobilinanews (Jakarta) -  Yuanhang, merek mobil listrik (EV) yang dimiliki oleh Dayun Group, sedang menghadapi tantangan besar.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa perusahaan ini tengah mengalami berbagai masalah, dari kehilangan karyawan hingga penundaan pembayaran gaji.

Situasi ini semakin diperburuk oleh arus kas yang ketat, sehingga Yuanhang dikabarkan mencari pembiayaan tambahan dari pemerintah daerah serta investor potensial.

Menurut seorang karyawan yang bekerja di Departemen R&D, tepatnya di bagian sasis, staf yang bekerja kini berkurang drastis.

"Kami kehilangan banyak karyawan, sekarang hanya tersisa belasan orang," ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di departemen lain. Beberapa karyawan melaporkan bahwa mereka terpaksa mengambil cuti tanpa gaji selama sepekan, menunjukkan tekanan keuangan yang signifikan di perusahaan ini.

Masalah ini datang pada masa yang sulit bagi industri mobil listrik di China.

Yuanhang, yang baru berdiri sejak Agustus 2022, mencoba bersaing dengan meluncurkan empat model, yaitu sedan Y6 dan Y7 serta SUV H8 dan H9.

Sayangnya, meski harga mobilnya berkisar antara 300.000 hingga 500.000 yuan (sekitar 42.150 hingga 70.200 dolar AS), penjualan selama sembilan bulan pertama tahun ini hanya mencapai 5.584 unit.

Jumlah ini jauh dari ekspektasi untuk bersaing di pasar EV yang semakin padat, dengan banyaknya merek lain yang juga berlomba mendapatkan pangsa pasar.

Situasi Yuanhang ini mengingatkan pada Human Horizons, pembuat mobil EV merek HiPhi, yang pada awal tahun ini mengajukan kebangkrutan.

Namun, Yuanhang tampaknya masih berusaha bertahan.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengklaim bahwa mereka sedang menjalani penyesuaian dan reorganisasi strategis.

Merek ini menegaskan bahwa sebagai bagian dari Dayun Group, kebangkrutan tidak akan terjadi dengan mudah dan operasional mereka akan berlanjut normal begitu fase reorganisasi selesai.

Para eksekutif senior serta karyawan tingkat menengah juga dikatakan masih bekerja seperti biasa.

Namun, masalah Yuanhang tidak hanya ada pada tingkat karyawan dan arus kas. Jumlah gerai penjualannya pun menyusut.

Di Beijing, misalnya, mereka memulai tahun ini dengan lima gerai penjualan, tetapi jumlahnya kini berkurang menjadi hanya tiga gerai dan satu pusat layanan.

Dayun Group sendiri berdiri sejak 1987 dan sebelumnya dikenal sebagai produsen kendaraan komersial dan sepeda motor.

Mereka juga memiliki lini mobil EV dengan merek Dayun yang menyasar pasar kendaraan listrik murah.

Tantangan yang dihadapi Yuanhang ini pun mencerminkan ketatnya persaingan di industri EV, terutama untuk merek-merek baru yang menghadapi tekanan finansial, logistik, dan pemasaran dalam upaya memenangkan konsumen.

Yuanhang tampaknya berada dalam posisi genting untuk mempertahankan eksistensinya di industri yang penuh persaingan ini.

KATA KUNCI