Proyeksi Logistik Sumatra: Konstruksi Tol Palembang–Betung Tembus 81,99%

Selasa, 19/05/2026 14:05 WIB | Ade Nugroho
Tol Palembang–Betung
Tol Palembang–Betung

mobilinanews (Jakarta) – Akselerasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus menunjukkan tren positif. PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa hingga April 2026, progres fisik jalan tol yang menghubungkan Palembang hingga Betung sepanjang 69,2 kilometer telah menyentuh angka 81,99%.

Sebagai jalur krusial yang menyambung ruas Kayu Agung–Palembang, tol ini diproyeksikan menjadi "tulang punggung" baru bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat yang menghubungkan Provinsi Sumatra Selatan dengan Jambi.

Detail Progres Berdasarkan Seksi Pengerjaan

Pembangunan dibagi menjadi tiga segmen utama untuk memastikan efektivitas konstruksi dan pengadaan lahan:

Seksi Ruas JalanPanjangProgres LahanProgres Fisik

Seksi 1: Palembang — Rengas21,5 km95,43%92,07%

Seksi 2: Rengas — Pangkalan Balai33,0 km95,58%89,88%

Seksi 3: Pangkalan Balai — Betung14,7 km89,09%57,17%

Fokus pada Kualitas dan Keamanan Konstruksi

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa meskipun percepatan terus dilakukan, aspek mutu dan tata kelola konstruksi tetap menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, realisasi pengadaan lahan secara akumulatif telah mencapai 87,45%.

Pihak manajemen juga tengah melakukan pengawasan ketat di sejumlah titik strategis, di antaranya:

  • Area Vacuum: Penanganan teknis tanah dasar.

  • Interchange Pangkalan Balai: Titik krusial pertemuan arus kendaraan.

  • Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP): Fasilitas penunjang kenyamanan pengguna jalan tol di masa depan.

Dampak Strategis bagi Sektor Riil

Bagi para pelaku industri dan masyarakat umum, penyelesaian ruas Palembang–Betung bukan sekadar pembangunan infrastruktur beton semata. Kehadiran tol ini akan memberikan dampak signifikan pada:

  1. Efisiensi Waktu Tempuh: Memangkas durasi perjalanan antarkota secara drastis dibandingkan jalan nasional lintas timur.

  2. Optimasi Biaya Logistik: Memperlancar arus distribusi barang harian yang akan berdampak pada stabilitas harga komoditas di wilayah Sumatra.

  3. Konektivitas Antarprovinsi: Memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai hub transportasi utama menuju Jambi dan area utara Sumatra lainnya.

Dengan koordinasi intensif di lapangan, Hutama Karya optimis hambatan teknis dapat segera teratasi sehingga target operasional penuh dapat tercapai sesuai rencana. Kehadiran tol ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor Palembang hingga Betung.