mobilinanews (AS) - Ia memang istimewa di COTA (Circuit of the Americas). Klontang di FP1 dibalas Marc Marquez dengan penampilan gila-gilaan di sesi Practice GP AS, Jumat (28/) 3 waktu lokal atau Sabtu (29/3) dinihari WIB.
Hanya tampil 17 laps di lintasan sepanjang 5,5 km itu, Marquez membukukan catatan waktu terbaik 2 menit 2,929 detik pada lap ke-16. Ia satu-satunya pembalap yang menembus top speed melebihi 140 kpj. Persisnya, pembalap terbanyak menang di COTA ini mencetak kecepatan tertinggi 341,3 kpj.
Bayangkan, motor dengan kecepatan 340 kpj! Marquez bersama Ducati Desmosedici GP25-nya hanya seperti bayangan yang berkelebat pesat di trek lurus COTA yang panjangnya 1,2 km itu.
Hanya dua pembalap terdekat dengannya. Masing-masing menorehkan top speed 339,1 kpj. Yakni Francesco Bagnaia (Lenovo Ducati) dan Brad Binder (Red Bull KTM).
Bedanya, Bagnaia hanya mencetak waktu terbaik 2:04,459 dan berada di peringkat 10 tercepat. Pas-pasan untuk sekadar masuk 10 Besar yang lolos otomatis ke phase kualifikasi Q2. Binder lebih parah lagi, berada di urutan 12 tercepat dan harus masuk jurang Q1 di babak kualifikasi.
Yang cukup mengejutkan adalah performa dua joki tim Pertamina VR46, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Keduanya berada di peringkat 2 dan 3 di bawah Marquez tetapi dengan selisih waktu mencolok. Masing-maaing kalah 0,7 dan 0,8 detik. Adinda MarqueZ, Alex Marquez yang di GP Thailand dan Argentina selalu rapat dengan abangnya, kali ini berada di peringkat 4 dengan gap 0,882 dengan Marquez.
Melengkapi grup 10 Besar di urutan 5 hingga 9 adalah Fermin Aldeguer (Gresini Ducati), Jack Miller (Pramac Yamaha, Pedro Acosta (Red Bull KTM), Maverick Vinales (Tech3 KTM) yang merupakan kali pertamanya lolos langsung ke Q2 di atas KTM RC16 dan Joan Mir (Honda). Mereka bersetubuh yang akan langsung gaspol di sesi kualifikasi Q2 untuk berebut pole position dan starting grid terbaik.
Giannantonio bisa diharapkan menjadi pembalap yang paling berpotensi menantang Marquez dalam kualifikasi. Ia satu-satunya pembalap satelit yang mengendarai Ducati GP25 yang sama dengan besutan Marquez dan Bagnaia.
Ia juga sudah membaik dari cidera bahu ysng menjeratnya sejak musim lalu.
"Sejak GP Argentina lalu segala sesuatunya membaik. Saya harap di COTA sudah bisa bertanding dengan kondisi fisik 100% dan meraih hasil lebih baik dari Argentina," kata Giannantonio ysng finish P6 di negeri Maradona itu.