Maxus Mifa Mulai Dirakit Lokal Harga Bisa Turun Ratusan Juta

Minggu, 27/07/2025 12:45 WIB | Ade Nugroho
Maxus Mifa Mulai Dirakit Lokal Harga Bisa Turun Ratusan Juta
Maxus Mifa Mulai Dirakit Lokal Harga Bisa Turun Ratusan Juta

 

Mobilinanews (Jakarta) - Kabar baik datang dari pasar kendaraan listrik Tanah Air. PT Indomobil Energi Baru, agen pemegang merek Maxus di Indonesia, resmi memulai produksi lokal untuk dua model MPV listrik premiumnya: Maxus Mifa 7 dan Maxus Mifa 9.

Langkah strategis ini dilakukan di fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat. Dengan memindahkan proses produksi ke dalam negeri, harga kedua model tersebut berpotensi mengalami penurunan yang cukup signifikan, sekaligus membuka peluang Maxus bersaing lebih agresif di segmen mobil listrik premium.

Siap Produksi, Tapi Tetap Hati-hati

Chief Operating Officer PT Indomobil Energi Baru, Yudhy Tan, menjelaskan bahwa produksi Maxus akan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan permintaan pasar. Langkah ini diambil untuk menghindari overstock, mengingat kompetisi ketat dari pabrikan lain seperti Denza D9 (BYD Group) dan XPeng X9 yang juga membidik segmen yang sama.

“Kami akan sesuaikan dengan permintaan. Kami juga tidak mau nanti punya stok kebanyakan. Karena kan persaingan cukup ketat ya,” ujar Yudhy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Target TKDN 40%, Dapat Insentif Pajak

Salah satu keuntungan utama dari produksi lokal ini adalah potensi mendapatkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10%, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025 (PMK 12/2025). Namun, ada satu syarat penting: tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal harus 40%.

Yudhy menyebut bahwa Maxus telah memulai dengan target TKDN 40% pada tahap awal dan berencana meningkatkannya menjadi 60% mulai 2027, sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“TKDN pada tahap awal harus 40%. Kemudian secara bertahap akan ditingkatkan lagi menjadi 60%, kalau tidak salah mulai 2027,” katanya.

Harga Bisa Lebih Bersahabat

Saat ini, Maxus Mifa 7 dijual seharga Rp799 juta, sedangkan Mifa 9 dibanderol Rp1,09 miliar. Namun dengan insentif dan efisiensi biaya produksi dalam negeri (CKD), harga kedua mobil ini berpotensi turun signifikan.

Biaya produksi CKD biasanya lebih rendah dibandingkan mengimpor mobil secara utuh (CBU). Selain itu, dengan tambahan insentif pajak, konsumen bisa mendapatkan kendaraan listrik premium dengan harga lebih kompetitif.

Meski begitu, Yudhy mengakui bahwa pihaknya masih mempelajari kemungkinan penyesuaian harga dan spesifikasi, serta belum bisa menginformasikan secara rinci.

MPV Listrik Premium, Kini Lebih Dekat dengan Konsumen Indonesia

Kehadiran Maxus Mifa 7 dan Mifa 9 yang dirakit lokal menandai komitmen kuat Indomobil dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya menjawab kebutuhan akan mobil listrik premium, langkah ini juga membuka potensi aksesibilitas harga yang lebih ramah di kantong masyarakat kelas menengah atas.

Produksi lokal, insentif pajak, dan potensi penurunan harga menjadi kombinasi menarik yang patut dinantikan. Jika realisasinya sesuai harapan, Maxus bisa menjadi pemain dominan baru di pasar MPV listrik Tanah Air.

Tertarik punya Mifa? Mungkin ini saat yang tepat menunggu harga CKD-nya resmi diumumkan.