Menyusul F1, MotoGP Malaysia Terancam Musnah dari Kalender

Senin, 18/08/2025 21:14 WIB | Rulin purba
Gp Malaysia di Sirkuit Sepang, masih tanda tanya untuk musim 2027. (Foto: ist)
Gp Malaysia di Sirkuit Sepang, masih tanda tanya untuk musim 2027. (Foto: ist)

mobilinanews (Malaysia) - GP Malaysia salah satu terpenting dalam kalender balap MotoGP. Kontraknya berakhir pada 2026. Sayangnya, belum ada tanda-tanda akan berlanjut atau tidak. 

Sinyal itu tercermin dari pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh seperti dikutip dari Kantor Berita Bernama, Senin (18/8). Ia menyebut gelontoran dana dari pemerintah bisa turun sangat bergantung dari proposal dan dukungan detil data dari Sepang International Circuit (SIC) selaku tuan rumah penyelenggaraan GP Malaysia.

Ia menyebut SIC harus bisa meyakinkan Menteri Keuangan bahwa event ini bisa mengembalikan investasi yang digelontorkan. Saat sama juga harus memberikan benefit  komprehensif tak hanya pada sektor pariwisata tetapi juga tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.

"Dengan data detil yang mereka miliki,  SIC harus bisa meyakinkan Menteri Keuangan kalau event ini tak akan sia-sia dari sudut investasi," ucap Yeoh.

Sekarang ini SIC sudah meloni Dorna Sports untuk perpanjang kontrak MotoGP usai 2026. Tapi, seperti kata Yeoh, dukungan pemerintah Malaysia sangat bergantung pada proposal SIC untuk menyakinkan Menteri Keuangan.

Seperti seri MotoGP di banyak negara lainnya, tanpa dukungan pemerintah (lokal maupun pusat) maka akan terbilang sulit meyakinkan Dorna untuk memberikan persetujuan. Apalagi banyak negara yang antri untuk menggelar MotoGP.

Malaysia sudah kehilangan event balap top, Formula One, yang dihelat di Sepang dalam 19 musim kompetisi sejak 1999 hingga 2017. Masalahnya adalah biaya penyelenggaraan yang sangat tinggi, dan dampak balik investasinya tidak sepadan.

Sedangkan MotoGP sudah digelar saat masih berlangsung di sirkuit Shah Alam. Jika MotoGP juga harus keluar dari kalender 2027 dan seterusnya maka yang kehilangan bukan hanya fans Malaysia tetapi juga fans Indonesia yang merasa biaya lebih murah menonton GP Malaysia dibandingkan GP Indonesia di NTB.

Yang pasti kehilangan juga adalah tim dan para pembalap MotoGP. Pasalnya, Sepang sudah rutin menjadi penyelenggara tes pra musim MotoGP.

Trek itu memang ideal sebagai ajang menguji motor dan berbagai komponen pendukungnya. Tak lain karena lintasan  Sepang memiliki panjang 5,4 km dan terdiri dari 15 tikungan, 8 trek lurus serta lebar lintasan dan sudut tikungan yang bervariasi sehingga memungkinkan tim menguji kinerja berbagai komponen sesuai arah yang dituju.

Tak hanya itu, raceday GP Malaysia salah satu yang tersulit dan acap melahirkan para juara baru. Faktor cuaca yang tak menentu menjadi daya tarik dan perjuangan tersendiri, lantaran panas ekstrem yang menyulitkan rider Eropa dan sebaliknya juga acap diterpa hujan deras saat balapan. 

Dan, dalam sejarahnya Sepang juga menyimpan berbagai drama kontroversial MotoGP seperti kasus doping Andrea Iannone, tewasnya Marco Simoncelli dan bentrokan Valentino Rossi dengan Marc Marquez pada 2015 yang mengakibatkan hubungan keduanya rusak sampai saat ini. (r)