mobilinanews (Hungaria) - Jelang main race GP Hungaria pada Minggu (24/8) malam WIB nanti, Marc Marquez sudah leading 152 poin di klasemen perebutan gelar 2025. Hanya butuh 70 poin lagi untuk mengunci gelar juara dunia 2025.
Kebutuhan yang nyaris pasti bisa diraih pembalap Ducati itu dalam sisa balapan yang masih panjang. Ia hanya perlu sabar untuk memenej poin dari satu balapan ke balapan lainnya.
Tapi, jika ia ingin pastikan gelar secepatnya dan saat sama masih menyimpan ambisi 'mempermalukan' nama besar Valentino Rossi, sang idola yang kemudian jadi musuh di dalam dan luar lintasan, itu bisa dicapainya di GP San Marino, Sirkuit Misano, pada pertengahan September depan.
Misano adalah rumah Rossi dan pasukan VR46-nya karena hanya beberapa kilometer dari markas mereka di Tavuilla. Sirkuit ini selalu dipadati fans The Doctor setiap menggelar MotoGP meski sang kampiun tak lagi berlaga.
Bisa dibayangkan betapa 'sakitnya' hati Rossimania jika nanti Marquez merayakan gelar 2025 di Misano sekaligus menyamai rekor Il Dottore yang selama ini satu-satunya rider yang meraih 7 gelar di kelas primer.
Itu juga kelak membuka kesempatan Marquez melampaui status legenda Rossi jika Marquez menambah gelar pada 2026.
Jika Marquez bersama adiknya, Alex, masih menyimpan rasa tak suka pada Rossi maka kebutuhan 70 poin itu sangat bisa dirancang untuk didapat di Misano. Bisa jadi tim penggembira Marquez malah sudah bikin ancang-ancang bentuk selebrasi di Misano nantinya. Ya, jangan-jangan!
Terdekat pada malam ini, Marquez berpeluang besar menambah surplus poinnya semakin besar. Karena ia akan memulai start dari pole position sementara Alex mulai dari grid ke-14.
Berapa banyak poin Alex yang disikat Marquez malam ini akan menentukan tingkat kemudahan Marquez untuk mengunci gelar di Misano.
Marquez sendiri tak ingin memilih dimana ia akan meraih gelar tahun ini. Yang penting bisa diraih, lebih cepat lebih baik. Tak mau juga menyebut kandang Rossi meski itu terbilang realistis.
"Yang saya pikirkan hanyalah meneruskan tren seperti selama ini. Konsisten di baris depan. Saya ingin menikmati balapan," katanya.
"Yang saya khawatirkan adalah seri Catalunya, sebuah trek yang acap sulit buat saya dan saya kira akan lebih cocok dengan Alex. Mungkin ia atau pembalap lain akan memaksa saya tidak menjadi juara. Tak mungkin saya juara terus-menerus," tegasnya pada media di Hungaria.
Mungkin pernyataan itu benar adanya, tapi mungkin juga itu cara Marquez menjaga kompetisi tetap bergairah. Karena, seperti katanya juga, musim ini ia sangat percaya diri pada diri dan motornya. Karena itu sepanjang punya peluang menjadi juara maka ia akan mengejarnya.
Alex sendiri sejak kecelakaan di GP Belanda bermain di bawah performanya. Karena itu ia akan menjadi 'kunci' untuk mempercepat gelar dunia untuk kakaknya.
Kita lihat hasil malam ini dan seterusnya hasil di Catalunya. Itu akan menentukan potensi di Misano atau harus terima kenyataan berjuang lebih jauh ke seri berikutnya. Itu ikut ditentukan Alex, apakah mau 'melepas kunci'- atau tidak. (r)