Dakar 2026: Julian Johan Matangkan Persiapan, Segera Latihan Intensif di Gurun Sahara, Ini Co-Drivernya

Senin, 25/08/2025 22:56 WIB | bagas
Julian Johan Matangkan Persiapan Menuju Reli Dakar 2026
Julian Johan Matangkan Persiapan Menuju Reli Dakar 2026

Mobilinanews (Jakarta) - Ajang balap Dakar Rally 2026 kian dekat, dan pembalap reli Indonesia, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, sudah mulai mematangkan persiapannya untuk tampil perdana pada reli paling ganas di dunia tersebut.

Setelah mendaftar, Jeje yang menjadi pembalap Indonesia ketiga yang mengikuti ajang reli Dakar akan menjalani serangkaian latihan intensif di Gurun Sahara, Afrika Utara, bersama tim asal Prancis, Compagnie Saharienne.

Sesi latihan yang dijadwalkan pada September 2025 mendatang tersebut tentunya menjadi salah satu langkah krusial untuk persiapan dalam menghadapi trek gurun Arab Saudi yang jauh lebih berat dari ajang reli biasanya.

Latihan ini melengkapi sesi perdana yang telah dilakukan Jeje di Gumuk Pasir, Yogyakarta, awal Agustus 2025 lalu. Menurut Jeje, lokasi di Yogyakarta menjadi tempat terbaik di Indonesia untuk membiasakan diri berkendara di atas pasir.

"Kalau kemarin di Gumuk Pasir itu latihan pertama. Lokasi itu adalah yang paling menyerupai dengan padang pasir di Indonesia. Karena di Indonesia tidak ada yang seperti itu, jadi kita fokuskan latihan di Gumuk Pasir,” ujar Jejej saat ditemui, Kamis (21/8/2025).

"Saat itu saya menggunakan Toyota Fortuner yang dipinjamkan dari PT Toyota Astra Motor (TAM) yang merupakan salah satu sponsor saya. Mobilnya belum dimodifikasi, hanya ganti ban MT agar lebih maksimal dan menyesuaikan,” sambungnya.

Uji Performa Mobil Balap di Gurun Sebenarnya

Berbeda dengan latihan sebelumnya, di sesi latihan Gurun Sahara mendatang, Jeje mengungkapkan akan menggunakan mobil yang sesungguhnya akan ia gunakan di Dakar Rally 2026, yaitu Toyota Land Cruiser 100.

"Pada saat latihan berikutnya di Gurun Sahara di Afrika, kami akan langsung pakai yang akan kita gunakan balap di Dakar nantinya. Mobilnya Toyota Land Cruiser 100 yang juga disiapkan dari Prancis," jelas Jeje.

Menariknya, mobil tersebut disewa dari tim Prancis yang sudah berpengalaman. Keputusan menyewa mobil ini diambil untuk menghindari risiko terkait regulasi, pengiriman, serta biaya yang membengkak jika harus membawa mobil dari Indonesia.

“Kenapa tidak bawa mobil dari Indonesia? Karena terlalu besar resikonya untuk kita di sini yang awam belum pernah ikut Dakar. Belum tahu persis spesifikasinya harus bangun seperti apa dan biayanya tentu akan lebih mahal,” paparnya.

“Jadi lebih baik sewa di satu workshop yang memang sudah langganan ikut Dakar dan sewanya itu sudah include dengan truck support, mekanik, dan tim supportnya,” sambung Jeje.

Duet Maut dengan Co-Driver Berpengalaman dari Prancis

Untuk menaklukkan medan berat dan navigasi rumit di Dakar, Jeje tidak akan berjuang sendirian. Ia akan berpasangan dengan co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi, yang sudah memiliki jam terbang lebih banyak di ajang ini.

" Saya memutuskan berpasangan dengan co-driver berpengalaman untuk meminimalkan risiko, misalnya tersesat di gurun pasir. Namanya Mathieu Monplaisi, dia juga memiliki pengalaman di Dakar ini,” ungkap Jeje.

Sesi latihan di Gurun Sahara ini akan menjadi ajang bagi Jeje untuk belajar banyak hal. Mulai dari beradaptasi dengan mobil setir kiri, setting mobil, teknik mengemudi di gurun pasir, hingga yang terpenting, mengasah kemampuan navigasi.

Dengan demikian, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi Jeje dalam mewujudkan mimpinya untuk menaklukkan reli Dakar yang memang dikenal sebagai ajang balap reli paling ganas di dunia.