Mobilinanews (Paraguay) - Hyundai Motorsport membuat keputusan yang mengejutkan di ajang Reli Paraguay yang menjadi seri putaran ke-10 FIA World Rally Champhionship (WRC) 2025, menarik pembalap andalannya, Adrien Fourmaux, dari klasifikasi akhir.
Meskipun merugikan Fourmaux dengan hilangnya poin dan posisi keempat, manuver ini dinilai sebagai langkah strategis jitu bagi Hyundai yang disetujui tim untuk persiapan menghadapi Reli Chile Bio Bío, di Chile yang merupakan seri putaran ke-11 WRC 2025.
Keputusan penarikan ini terkait dengan Artikel 17.5.1 Peraturan Olahraga FIA WRC, yang mengatur pasangan reli terkait. Reli Paraguay dan Reli Chile Bio Bío diklasifikasikan sebagai ajang yang saling terhubung, artinya komponen transmisi seperti girboks dan diferensial harus tetap disegel di kedua reli tersebut.

Tim hanya bisa mengganti komponen ini jika mobil mengalami retirement (penarikan) dari reli pertama atau mendapat persetujuan tertulis dari Delegasi Teknis FIA. Membongkar segel tanpa persetujuan akan berujung pada penalti waktu lima menit di reli berikutnya.
Dengan menarik Fourmaux secara resmi dari reli Paraguay, Hyundai kini memiliki celah legal untuk mengganti komponen transmisi yang disegel pada mobil Hyundai i20 N Rally1 miliki Fourmaux menjelang Reli Chile Bio Bío.
“Langkah ini diambil untuk memastikan mobilnya berada dalam kondisi prima untuk reli berikutnya, memaksimalkan peluang Fourmaux untuk meraih hasil yang lebih baik,” ungkap tim Hyundai mengutip siaran resminya, Selasa (2/8/2025).
Momen Puncak dan Kekecewaan
Sebelum penarikan, Adrien Fourmaux sebenarnya menampilkan performa yang menjanjikan di Reli Paraguay. Ia sempat memimpin balapan di hari pembuka, sebelum ban kempes di dua etape beruntun membuat posisinya direbut oleh Kalle Rovanperä.

Meskipun demikian, Fourmaux menunjukkan ketahanan luar biasa dengan tetap berada di posisi kedua sepanjang akhir pekan. Sayangnya, hujan di Wolf Power Stage menyebabkan ia tergelincir ke posisi keempat sebelum akhirnya diputuskan untuk ditarik.
Keputusan ini membuat Fourmaux kehilangan posisi dan poin berharga. Meskipun kehilangan poin dan hasil yang menjanjikan, keputusan Hyundai ini menunjukkan bagaimana strategi teknis yang cermat dapat menjadi kunci sukses di WRC.
Keputusan ini pun turut membuktikan bahwa setiap detail dalam peraturan dapat dimanfaatkan untuk keuntungan tim, bahkan jika itu berarti mengorbankan hasil di satu reli demi hasil yang lebih baik di reli lainnya.