Mobilinanews (Korea Selatan) - Hyundai Motorsport telah mengkonfirmasi bahwa pereli andalannya, Ott Tanak, tidak akan mencetak poin pabrikan untuk tim pada tiga putaran terakhir musim FIA World Rally Championship (WRC) 2025.
Langkah mengejutkan ini, meskipun terkesan seperti "pelepasan", sejatinya adalah manuver cerdas yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimum kepada pereli asal Estonia itu dalam upaya tipisnya merebut kembali gelar Juara Dunia Pereli.
Keputusan krusial ini diambil menyusul bencana mesin yang dialami Tanak di seri putaran ke-11 WRC 2025 di Chile, dimana kegagalan mesin yang dramatis membuatnya kehilangan peluang besar untuk meraih kemenangan.
Insiden tersebut membuat Tanak harus menggunakan mesin yang sudah terkompromi, dan jika terus mencetak poin pabrikan, ia akan dikenakan penalti waktu yang signifikan untuk reli berikutnya karena harus menggunakan mesin baru di luar alokasi yang ditentukan.

Apa Dampaknya? Sebuah Mesin Baru Tanpa Penalti!
Dalam peraturan WRC, FIA telah mengharuskan mobil yang dinominasikan untuk poin pabrikan telah mematuhi batasan ketat pada penggunaan komponen utama, termasuk mesin, sepanjang musim.
Dengan menghapus Tanak dari nominasi poin pabrikan, Hyundai secara efektif membebaskannya dari batasan tersebut. Keputusan ini diharapkan akan memberikan angin segar bagi sang Juara Dunia 2019 tersebut.
Ini berarti, Ott Tanak kini dapat menggunakan mesin yang benar-benar baru di sisa seri (Central European Rally, Rally Jepang, dan Rally Arab Saudi) tanpa harus menghadapi penalti waktu lima menit yang akan menghancurkan harapan gelarnya.
Hyundai juga telah mengakui bahwa peluang mereka untuk gelar pabrikan sudah menipis, dan kini mereka mengalihkan semua sumber daya untuk mendukung perjuangan Ott Tanak di kategori pereli yang saat ini tertinggal 43 poin dari pemimpin klasemen Sebastien Ogier.

Sebagai gantinya, Hyundai akan mengandalkan Thierry Neuville dan Adrien Fourmaux untuk mencetak poin pabrikan di sisa musim ini. Langkah yang jarang terjadi ini mengirimkan pesan yang kuat yakni, Hyundai belum menyerah pada Ott Tanak.
"Keputusan strategis ini memungkinkan Ott Tanak dan Martin Jarveoja (co-driver) untuk berkompetisi tanpa nominasi pabrikan dan dengan memanfaatkan sepenuhnya peraturan olahraga, tim memastikan Tanak dan Jarveoja berada di posisi sekuat mungkin untuk melanjutkan pertarungan mereka memperebutkan gelar pereli dan co-driver," demikian bunyi pernyataan dari Hyundai.
Setelah akhir pekan yang membuat frustasi di Chile, Tanak hanya mampu berkomentar singkat, "Anda bertanya pada orang yang sama sekali salah. Saya tidak tahu tentang hal-hal teknis," ketika ditanya tentang masalah mesinnya.
Dengan tiga putaran tersisa, dan Tanak kini dibekali mesin baru yang prima, pertarungan perebutan gelar WRC 2025 dipastikan akan memanas. Semua mata akan tertuju pada Central European Rally pada bulan Oktober untuk melihat apakah "kartu bebas" dari Hyundai ini dapat mengubah nasib perburuan gelar!