mobilinanews (NTB) - Marc Marquez memberi respons atas pernyataan Valentino Rossi saat acara launching livery tim VR46 Ducati di Jakarta kemarin. Ini katanya?
Saat itu The Doctor tidak memasukkan nama Marquez dalam daftar rival beratnya sepanjang karir di kancah balap kelas primer. Rossi hanya menyebut 4 nama: Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Max Biaggi dan Dani Pedrosa.
Rossi tak menyebut alasan mengapa tak menganggap Marquez sebagai rival berat. Padahal, Marquez meraih 6 gelar juara dunia MotoGP-nya pada kurun waktu 2013 sampai 2019, periode di mana Rossi masih mengaspal dan baru pensiun di akhir 2021. Dan, pada musim 2014, 2015 dan 2016, Rossi justru finish P2 di klasemen akhir musim.
Publik dan media pun menduga sikap Rossi itu dipicu oleh rasa kesalnya pada Marquez. Terkait kasus Sepang 2015 yang dianggap sebagai faktor yang membuat Rossi gagal menjadi juara dunia saat itu.
Tapi, Marquez justru melihat sebab dari sisi berbeda. Bicara pada media di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (2/10), jawabannya terasa simpatik. Tak ada kesan ingin menyududkan mantan pembalap idolanya di masa kecil itu.
Marquez menyebut, pada masa jayanya, ia memang berkompetisi dengan Rossi. Tapi, pada masa itu ia tak bertanding head to head dengan Rossi dalam perburuan gelar.
"Bukan, bukan karena sebab lain. Semata karena lawan ketat saya pada masa itu adalah Lorenzo dalam beberapa saat dan kemudian Andrea Dovizioso dalam beberapa musim," kata Marquez.
Karena itu, lanjutnya, wajar kalau Rossi tak memasukkannya dalam daftar lawan berat.
"Karena kami tidak pernah berjuang (dan berhadapan langsung) untuk perebutan gelar juara. Saat saya tiba di MotoGP, lawan terbesar saya adalah Lorenzo dan kemudian Dovizioso," imbuhnya.
Dengan kata lain, Marquez pun tidak menganggap Rossi sebagai lawan terberatnya. Hanya saja dengan alasan yang jelas. (r)