F1 2026: Dari 3 Kandidat, Tinggal Yang 1 Ini Berpeluang Temani Max Verstappen. Pengumuman Pekan Ini di GP Meksiko

Rabu, 22/10/2025 20:27 WIB | Rulin purba
Trio driver muda Red Bull, kandidat pendamping Max Verstappen tahun depan. (Foto: thejudge13)
Trio driver muda Red Bull, kandidat pendamping Max Verstappen tahun depan. (Foto: thejudge13)

mobilinanews (Inggris) - Max Verstappen jadi pusat perhatian jelang GP Meksiko pada 24-26 Oktober ini. Bukan saja soal rivalitasnya dengan 2 pilot McLaren, tapi juga soal siapa team mate-nya tahun depan.

Dikutip dari laporan media RTL, Red Bull Racing (RBR) akan mengumumkan pendamping Verstappen di sela kesibukan GP Meksiko akhir pekan ini. Tadinya ada 3 kandidat, yakni Liam Lawson, Yuki Tsunoda dan Isack Hadjar.

Terbaru, Lawson out dari kemungkinan. Tak lain karena ia sudah gagal saat disatukan dengan Verstappen di awal musim 2025.

Tsunoda yang menggantikan Lawson sejak GP Jepang sampai saat ini sepertinya juga akan bernasib sama dengan Lawson. Bukan hanya prestasinya yang tak memenuhi ekspektasi petinggi RBR, tapi juga faktor Honda yang sejak dini menjadi sponsornya.

Pasalnya, mulai akhir tahun ini RBR berpisah dengan pabrikan Jepang itu yang beralih jadi mitra tim Aston Martin tahun depan. Rumornya, Tsunoda bakal diangkut jadi development driver pada tim milik konglomerat Kanada Lawrence Stroll itu.

Tinggal Hadjar yang tersisa. Pembalap Prancis berusia 21 tahun itu menjalani debut F1-nya  dengan positif. Ia calon ruki terbaik tahun ini.

Ia sudah mendapuk 39 poin dan sekali podium pada musim pertamanya dan menghuni peringkat 10 klasemen sementara. Hanya kalah 1 angka dari Nico Hulkenberg (Sauber) di P9, dan unggul atas dua pembalap top Carlos Sainz (Williams) dan Fernando Alonso (Aston Martin) di urutan 11 dan 12.

Ya, Hadjar menikmati masa promosinya di tim Racing Bulls yang juga milik RBR. Ia adalah jebolan program pembalap yunior asuhan Helmut Marko,  Penasehat Senior RBR.

Ketika Laurent Mekies masih jadi prinsipil tim Racing Bulls, ia sempat menampik rencana Marko untuk mempromosikan Hadjar ke RBR. Mekies tak ingin buru-buru mematangkan pembalap mudanya berdampingan dengan pembalap sekaliber Verstappen. 

Sekarang Mekies menjadi prinsipil tim RBR menggantikan Christian Horner.  Tampaknya ia sudah sependapat dengan Marko kalau mentalitas Hadjar sudah cukup meyakinkan untuk promosi. Ia cepat beradaptasi dan tidak tertekan meski di lintasan berhadapan dengan nama-nama besar macam Alonso, Sainz, dan Lewis Hamilton. Menurut Marko, Hadjar sudah siap menjadi pembalap masa depan RBR.

Tak kalah penting, Verstappen sendiri menyukai kepribadian dan gaya balap Hadjar.

Benarkah ia yang jadi pilihan di samping verstappen tahun depan? Atau bakal ada kejutan di luar dugaan? 

Marko dan Mekies akan  beri jawaban di Meksiko, tak lama lagi. (r)