mobilinanews (Portugal) - Nicolo Bulega masih main di WSBK musim 2026 atas nama pabrikan Ducati. Tanpa Toprak Razgatlioglu yang pindah ke MotoGP, Bulega menjadi favorit kuat juara WSBK tahun depan. Tapi, di tengah kompetisi itu, ia dapat tugas khusus dari Ducati di MotoGP.
Tugas khusus itu adalah menjadi development rider atau pembalap pengembang untuk persipakan besutan Ducati ke musim 2027. Musim dimana terjadi perubahan besar regulasi. Antara lain mesin dengan kapasitas 850 cc dan peralihan ban dari Michelin ke Pirelli.
Hal itu disampaikan Direktur Sport Ducati Davide Tardozzi di sela kesibukan pada GP Portugal. Pengalaman Bulega selaku runner up WSBK pada 2024 dan 2025 dengan ban Pirelli dinilai Ducati sebagai faktor penting untuk persiapkan motor spek 2027.
Ikut balapan resmi GP Portugal dan Valencia sebagai pengganti Marc Marquez, plus tes resmi Valencia akhir bulan ini, menjadi bekal Bulega untuk mempelajari dan mendalami performa ban Michelin yang tahun depan hengkang dari MotoGP dan jadi ban resmi WSBK.
"Ia akan punya kesempatan membuat perbandingan teknis soal motor dan ban," ucap Tardozzi.
Fasilitas yang diberikan saat ini plus kesempatan tahun depan menjadi modal penting buat Bulega promosi ke MotoGP 2027. Belum diketahui ia akan ditempatkan pada tim yang mana. Yang jelas, arahnya sudah semakin terang bakal promosi.
Bulega sendiri tak menyembunyikan hasrat kuatnya untuk bermain di MotoGP setelah menggeluti balap supersport dan superbike..
"Itu impian sejak kecil. Semua pembalap bercita-cita ke MotoGP," katanya.
Sayangnya, Bulega keceplosan bikin pernyataan kontroversial saat jalani debut MotoGP-nya di sesi latihan GP Portugal, Jumat kemarin. Ia bilang jalur superbike adalah cabang balap motor terbaik menuju MotoGP. Bukan Moto2, katanya, dengan membandingkan mesin Moto2 dengan superbike.
Tentu hal itu mendapat reaksi beragam karena sebagian besar pembalap MotoGP saat ini menapak dari Moto2. Kecuali Jack Miller (Pramac Yamaha) yang loncat langsung dari Moto3 ke MotoGP.
Hal lainnya, Bulega dianggap berlebihan mengatakan hal seperti itu. Pasalnya, ia tiga musim (2019-2021) di Moto2 tanpa prestasi dan karena itu pindah ke balap supersport dan sukses menjadi juara. Dan, tahun depan menjadi favorit kuat juara WSBK. (r)