F1 2025 Brasil: Lando Norris Menang Besar. Max Verstappen Istimewa, Podium Meski Start Dari Pitlane

Senin, 10/11/2025 03:09 WIB | Rulin purba
Lando Norris (Inggris/McLaren). (Foto: mclaren)
Lando Norris (Inggris/McLaren). (Foto: mclaren)

mobilinanews (Brasil) - Lando Norris (Inggris/McLaren) sukses besar dengan raihan pole, juara sprint dan grand prix GP Brasil. Mendulang poin maksimal 33. Tapi, yang jadi bintang lintasan adalah Max Verstappen (Belanda/Red Bull).

Sejak start hingga finish, Norris tak terusik. Tak temui hambatan apa pun. Joki muda Mercedes, Andrea Kimi Antonelli yang menguntitnya tak pernah bisa beri ancaman berarti. 

Beda dengan Verstappen. Ia harus kerahkan kemampuan terbaiknya karena start dari pitlane usai.mengganti mesin RB21-nya jelang race. 

Mesin baru itu ternyata bawa manfaat penting. Di lap-lap.awal kecepatannya tercatat lebih baik 0,5 detik dari Norris. Dengan pace sedahsyat itu maka relatif mudah bagi Verstappen memanfaatkan zona DRS untuk menyalip lawan. Satu per satu ia tekuk.

Akhirnya, Verstappen menyudahi  balapan 71 laps itu dengan selisih waktu 10 detik dengan Norris. Verstappen harus puas dengan posisi P3 di belakang Norris dan Antonelli.

"Sejak awal kami sama sekali tak berpikir sanggup mencapai podium. Ini luar biasa, mobil kami sangat cepat," kata Versappen yang dengan raihan 15 poin masih menjaga peluang di perebutan gelar meski semakin sulit.

Yang sial adalah Oscar Piastri, rekan setim Norris sekaligus rival terdekat dalam perburuan gelar. Ia kehilangan posisi podium lantaran kena penalti 10 detik. 

Piastri dianggap salah pada insiden di awal balapan kala mobilnya menyenggol Antonelli. Selanjutnya mobil Antonelli menghajar SF25 milik Charles Leclerc, membuat pembalap Ferrari ini harus pensiun dini karena kerusakan parah mobilnya.

Piastri akhirnya finish di P5 dengan tambahan hanya 10 poin.

Hukuman kepada Piastri terbilang kontroversial. Menurut Leclerc yang menjadi korban utama insiden itu, seharusnya Antonelli yang mesti disalahkan. Pasalnya, pada momen dan posisi masing-masing saat kejadian, katanya, seharusnya Antonelli memberikan ruang kepada Piastri untuk menghindari crash. Tapi, stewards sudah terlanjur ketok putusan.

Kini Norris semakin unggul di puncak klasemen dengan total poin 390. Dikuntit Piastri dengan 366 angka dan Verstappen dengan total poin 341.

Artinya, Verstappen masih punya peluang berebut gelar meski sudah tertinggal 49 poin dari Norris. Sebab, masih ada 83 poin dari tiga seri akhir di Las Vegas (termasuk sesi sprint terakhir musim ini), GP Qatar dan Abu Dhabi.

Hanya saja syaratnya rada berat. Verstappen harus meraup.semua poin yang tersisa dan saat sama rivalnya harua mengalami satu kali DNF atau sekali balapan tanpa poin.

Verstappen sendiri tak lagi terlalu dipusingkan perebutan gelar. Ia putus asa saat gagal melewati Q1 di babak kualifikasi dan mendapat posisi start 16 sebelum akhirnya berubah posisi start dari pitlane.

Tapi, usai race GP Brasil, semangat bertarungnya kembali menyeruak. Bertekad merebut semua poin tanpa memikirkan pembalap lain.

"Saya sangat senang punya mobil sangat kencang. Strategi dan kerja keras tim luar biasa. Tim tak pernah putus asa meski dalam keadaan sulit," katanya memuji langkah prinsipil tim Laurent Mekies yang memutuskan pergantian mesin jelang balapan meski dengan resiko start dari pitlane.

Di pihak lain, Norris mengaku kaget melihat kecepatan Verstappen. Ia pun sedikit kecewa karena mobilnya kalah kencang dari besutan Verstappen. Buktinya, selisih di garis finish hanya 10 detik padahal Norria start terdepan dan rivalnya paling belakang.

Ia akui hasil di Brasil membuatnya lebih nyaman menyongsong tiga seri akhir. Tapi, ia tak mau berpikir lebih jauh soal gelar maupun ancaman Piastri dan Verstappen.

"Situasi kejuaraan ini bisa berubah dengan sangat cepat. Karena itu saya hanya ingin fokus pada diri sendiri. Tetap menundukkan kepala dan terus berjuang," tandas Norris yang baru kali ini sukses menjadi pemenang di Sirkuit Interlagos, Brasil. (r)