mobilinanews (AS) - Balap malam mingguan GP Las Vegas, AS, Sabtu (22/11) malam waktu lokal atau Minggu 23/11) pukul 11.00 WIB akan dimulai oleh adu sprint Lando Norris (McLaren) versus Max Verstappen (Red Bull Racing).
Tidak seperti lazimnya raceday berlangsung pada hari Minggu, khusus kalender GP Las Vegas berlangsung pada Sabtu malam atau malam Miinggu. Ini terkait dengan pendekatan balap F1 ke sektor entertainment. Faktanya dalam 3 hari hajatan, berbagai acara hiburan meramaikan setiap sudut sekitar hotel megah dan casino di tengah Kota Judi itu.
Meski hujan lebat mewarnai sesi kualifikasi pada Jumat waktu lokal atau Sabtu siang WIB, Norris dan Verstappen menunjukkan kelas rain master dengan catatan tercepat 1 dan 2.
Norris di atas mobil MCL39 membukukan best time 1:47,934. Unggul 0,323 detik atas Verstappen di posisi kedua.
Menarik karena keduanya menjadi rival dalam kejuaraan dunia 2025 dengan posisi Norris unggul 49 poin atas Verstappen. Mau tak mau Verstappen harus menang di seri ini agar kesempatan meraih gelar dunia kali kelima masih terbuka ke seri lanjutan GP Qatar dan Abu Dhabi.
Bisa dipastikan Verstappen bakal bermain lebih agresif dibandingkan Norris. Pilihannya cuma menang atau kalah, bagaimana pun prosesnya.
Sebaliknya bagi Norris, harus menghindari resiko karena rekan setimnya, Oscar Piastri, juga mengancam perebutan gelar dengan jarak 24 poin. Teori di atas kertas, Norris tak perlu ambil resiko fight keras dengan Verstappen. Membiarkan Verstappen juara dan ia jadi runner up adalah pilihan terbaik asalkan Piastri finish di belakangnya.
Piastri sendiri akan start dari P5, di belakang Carlos Sainz (Williams) dan George Russell (Mercedes) di P3 dan 4.
Sialnya, Piastri yang juga unggul 25 poin atas Verstappen, justru menempati row 3 berdampingan dengan pembalap yunior Red Bull, Liam Lawson - bekas rekan setim Verstappen yang turun lagi ke tim Racing Bulls. Bukan tak mungkin Lawson disisipkan pesan agar menghadang Piastri gùna menjauhkan jarak dengan Verstappen.
Itu strategi logis dan normal terjadi. Tapi jika nantinya benar Lawson punya misi seperti itu dan sukses maka sungguh memprihatinkan nasib Piastri. Dalam beberapa race terakhir selalu kalah dengan Norris hingga kini kalah 24 poin dari yang tadinya unggul 34 angka.
Balik ke Norris dan Verstappen. Norris sudah bertekad tak ingin bermain aman dengan menghindari resiko melawan Verstappen dengan keras.
"Mobil kami sangat cepat. Tujuan saya adalah fight agar finish P1," tandasnya.
Begitu pula Verstappen yang sangat percaya diri dengan besutannya. Terlebih setelah finish podium di GP Brasil lalu meski mengawali balapan dari pit lane.
'Pastinya saya incar kemenangan seperti biasanya. Tapi, untuk tetap bersaing berebut gelar hingga seri terakhir saya membutuhkan keberuntungan," katanya.
Keberuntungan yang dimaksud tentu saja berkaitan dengan nasib Norris dan Piastri, dimulai dari seri Las Vegas ini. Sebab, kalaupun ia juara tetapi Norris ikut finish di podium maka keunggulan poin Norris masih signifikan di angka 40-an. Itu masih berat dikejar dalam dua balapan terakhir, termasuk sekali sprint race di Qatar.
Balapan di lintasan kering atau hujan lagi di race, rivalitas Norris dan Verstappen bakal jadi menu tontonan, khusinya mulai dari start ke tiga tikungan awal.
Sainz dan Russell tentu saja bisa turut jadi 'pemain figuran' di baris depan. Khususnya Russell yang masih punya misi untuk membawa Mercedes ke posisi 2 kejuaraan dunia konstruktor.
Lantas pada kemana anak Ferrari?
Di tengah kemelut internal di top management Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton ternyata gagal memberi hasil positif bagi timnya. Leclerc hanya menempati posisi start 9 sementara Hamilton lebih parah lagi di posisi 20 atau grid starting paling belakang.
Maka, Ferrari tak lagi bisa banyak berharap untuk pertahankan P2 konstruktor seperti tahun lalu saat hanya kalah 14 poin dari McLaren. (r)