F1 2025 Qatar: Max Verstappen Menempel. Saatnya McLaren Mainkan Taktik Team Order?

Kamis, 27/11/2025 22:09 WIB | Rulin purba
Lando Norris dan Oscar Piastri (McLaren) genting di Qatar. (Foto: f1)
Lando Norris dan Oscar Piastri (McLaren) genting di Qatar. (Foto: f1)

mobilinanews (Qatar) - CEO McLaren Zak Brown sudah putuskan tak ada anak emas dalam timnya. Lando Norris dan Oscar Piastri dipersilakan fight untuk berebut gelar.

Ya, tak ada istilah team order di kubu tim Inggris itu. Sepanjang peluang kedua pembalapnya terbuka maka pelayanan tim akan sama untuk keduanya.

"Sampai salah satu benar-benar secara hitungan poin tak lagi  berkesempatan menjadi juara dunia," jelang GP Meksiko lalu.

Kini situasinya berbeda. Persaingan berebut trofi tak lagi hanya antara Norris dan Piastri. Max Verstappen (Red Bull Racing) sudah menempel dengan jarak 24 poin dengan Norris. Total poinnya pun kini sama dengan Piastri.

Norris memang masih lumayan kuat, hanya butuh mengalahkan rivalnya dengan selisih minimal 2 poin di Qatar untuk tidak meneruskan perebutan gelar ke seri pamungkas di Abu Dhabi.

Tapi, apa saja bisa terjadi di balapan F1, seperti kecepatan Verstappen yang tiba-tiba seperti roket di GP Brasil dan kasus diskualifikasi Norris dan Piastri di GP Las Vegas. Kasus dimana Verstappen membawa pulang 25 poin sedangkan kedua joki McLaren kosong.

Beberapa pengamat dan banyak fans McLaren pun kemudian mempertanyakan perlunya McLaren ngotot untuk mempertahankan prinsip team order. Dirasa perlu untuk merevisi kebijakan itu di Qatar sebekum terlambat di Abu Dhabi.

Kabarnya, Brown maupun Team Principal Andrea Stella mulai goyah dengan prinsip itu. Usai kasus diskualifikasi di Vegas itu, mereka dikabarkan menggelar rapat darurat dengan pembalap untuk membicarakan kemungkinan team order itu.

Piastri mengakui adanya rapat singkat itu ke beberapa media seperti dikutip dari racingnews365.

"Kami sudah berdiskusi sebentar dan jawabannya tidak (tak ada team order)," tegas Piastri.

Benar tidaknya hanya Piastri dan peserta rapat lainnya yang tahu. Yang jelas jika McLaren tetap membiarkan pembalapnya tetap bersaing maka yang dikhawatirkan Gerhard Berger bisa saja terjadi.

Legenda F1 asal Austria itu sungguh khawatir ada clash mereka di lintasan yang menyebabkan salah satu atau bahkan keduanya out. (r)