WRC 2025 Arab Saudi: Sebastien Ogier Juara Dunia Sementara. Duel Segi Tiga Sesama Toyota Ditentukan Dalam 3 SS Terakhir

Sabtu, 29/11/2025 09:31 WIB | Rulin purba
Gelaran perdana Rally Arab Saudi, event WRC rasa  Paris Dakar. (Foto: wrc)
Gelaran perdana Rally Arab Saudi, event WRC rasa Paris Dakar. (Foto: wrc)

mobilinanews (Arab Saudi) - Gelaran perdana FIA-World Rally Championship di Arab Saudi sudah tuntaskan 14 Special Stages (SS) hingga Jumat (28/11). Menghadirkan berbagai drama di lintasan padang pasir plus bebatuan yang tersembunyi di bawah pasir.

Wajar kalau tiga joki Toyota Gazoo Racing yang berebut gelar dunia tampak bermain aman di sepanjang 14 SS karena sangat beresiko pecah ban atau kerusakan suspensi jika dihantam batu yang tertutup pasir. 

Hanya Sebastien Ogier dan Kalle Rovanpera yang mencicipi satu kemenangan SS, masing-masing di SS 8 dan 14. Elfyn Evans yang jadi pemimpin klasemen sementara sudah  alami ban bocor sehingga kehilangan waktu krusial untuk penggantian karet bundar itu di tengah padang pasir.

Singkat cerita, hanya para pereli medioker di luar 3 Besar klasemen yang pol-polan menikmati seri perdana WRC di Arab Saudi itu, yang data lintasannya sangat minim. Ott Tanak dan Adrien Fourmaux (Hyundai) bertarung konsisten di papan atas melawan Martin Sesks (Ford) dan Sami Pajari (Toyota) dengan berbagai drama masing-masing di tengah gurun, di bawah kejamnya cuaca yang ekstrem bagi pendatang dari Eropa.

Tapi, perhatian besar tetap saja tertuju kepada tiga joki Toyota yang berebut gelar juara dunia hari ini. 

Memasuki tiga SS penentuan hari ini, Rovanpera akan mengawali sesi dari posisi 5 hasil sementara kejuaraan. Disusul Ogier di peringkat 6 dan Evans di P8.

Sementara 4 peringkat di atas mereka adalah Fourmaux yang naik ke P1 akibat musibah yang menimpa Tanak dan Pajari. P2 ditempati Sesks sementara Thierry Neuville (Hyundai)  dan Tatsuka Kanamoto (Toyota) pada posisi 3 dan 4. Mereka juga diuntungkan oleh nasib sial Tanak dan Pajari yang melorot ke  urutan14 dan 7.siang dari ⁷

Meski di depan, peluang Rovanpera terbilang tipis untuk mendapuk gelar juara dunia ketiga dalam.musim terakhirnya di WRC ini (tahun depan main di balap single seater). Ia sudah  tertinggal 24 dan 21 angka dari Evans dan Ogier dan hampir mustahil dikejar dalam 3 SS terakhir dengan sisa adu pacu hanya sekitar 67 kilometer.

Kandidat hanya tersisa pada Ogier dan Evans. Usai GP Jepang lalu, Ogier hanya berjarak 3 poin di belakang Evans.

Saat memasuki etape terakhir dengan 3 SS hari ini, Ogier berada di P6 dan Evans P8. Jika posisi itu tak berubah hingga lomba selesai, maka Ogier balik unggul 1 poin atas Evans. Artinya saat ini ia menjadi juara dunia sementara 2025.

Ia akan meraih gelar WRC kali kesembilan untuk menyamakan rekor sesama pereli Prancis,  Sebastien Loeb. Tapi, Ogier tak ingin memikirkan sejauh itu. Ia tahu dan sangat paham, apa pun bisa terjadi sampai sekian meter jelang garis finish.

"Kita tak pernah tahu kondisi lintasan di depan. Tak ada yang bisa dilakukan selain fokus membawa mobil ke garis finish. Ini lomba seperti lotre," katanya.

Sedikit beda dengan Evans. Baginya ini adalah kesempatan untuk meraih gelar perdana WRC atau tidak sama sekali.

Sialnya, ia masih tertinggal 3 menit 20,2 detik memasuki lomba hari ini. Ia harus fight keras sembari berharap dapat bonus poin maksimal di power stage SS17. Susah mengejar gap 3,2 derik dalam 3 SS, tapi seperti kata Ogier, apa saja bisa terjadi hanya sekian meter jelang garis finish. (r)