mobilinanews (Qatar) - Laju Oscar Piastri tetap positif di GP Qatar. Setelah pole dan memenangkan sprint test, driver McLaren itu juga meraih pole postion untuk balap utama pada Minggu malam (30/11).
Ia akan berdampingan di front row bersama rekan setimnya, Lando Norris, yang juga saingan terdekat dalam perburuan gelar 2025. Sementara itu grid 3 dan 4 di row 2 dihuni Max Versatppen (Red Bull Racing) dan George Russell (Mercedes).
Formasi itu membuat prosesi start nanti sulit membayangkan kira-kira apa yang terjadi.
Di Sirkuit Losail, tikungan pertama menjadi celah pertama dan utama untuk menyalip pembalap terdekat. Karena sulitnya menemukan area menyalip di lintasan. Mengandalkan zona DRS pun tak terlalu bisa diharapkan karena trek lurus Losail yang tidak terlalu panjang.
"Saat sprint kita melihat betapa susahnya menyalip. Kini dengan durasi balap yang lebih panjang (57 laps) plus opsi strategi yang bervariasi, menarik menunggu apa yang bisa saya lakukan untuk memenangkan balapan," kata Norris yang bisa mengunci gelar F1 2025 jika mengalahkan Piastri dengan minimal 4 poin dan mengalahkan Verstappen cukup.dengan jarak 1 poin saja.
Pemimpin klasemen itu pun lebih memilih fight dengan Piastri ke depan dibandingkan beradu di belakang melawan Verstappen. Pasalnya, Verstappen harus all out untuk mengalahkan Norris karena hanya itu syarat untuk tetap di trek perburuan gelar ke Abu Dhabi. Tertinggal 25 poin dari Norris, maka kans Verstappen akan semakin terbuka jika bisa mengalahkan Norris dengan selisih banyak poin.
Itu tak mudah karena George Russell yang sejatinya adalah musuh sesungguhnya dan banyak konflik, tentu juga ingin ambil kesempatan ke tikungan pertama itu.
Piastri yang penuh percaya diri setelah dua pole dan kemenangan di sesi sprint race setuju bahwa prosesi di garis start nanti bisa jadi awal kemenangan atau awal kekalahan. Karena itu ia pun sudah siapkan strategi khusus.
"Pada main race terdapat poin yang jauh lebih besar untuk diperjuangkan. Saya harus bersih saat start untuk meraih angka maksimal," komentar Piastri yang harus memenangkan main race ini untuk mencegah Norris mengunci gelar 2025, dan saat sama memperringan persaingan di race terakhir Abu Dhabi.
Verstappen pun sama.
"Terpenting pada raceday nanti adalah melakukan start yang bagus. Setelah itu Anda tak akan tahu apa yang terjadi di depan. Apa saja bisa terjadi," katanya yang mengaku tim.me yiaplan beberapa perubahan setingan pada mobilnya.
Kewajiban 2 kali pitstop katanya juga bisa berakibat beda. Bisa menguntungkan atau merugikan.
"Kami mungkin sulit melawan McLaren. Tapi, Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi," tandas Verstappen seakan mengingatkan kasus diskualifikasi Norris dan Piastri di Las Vegas yang mendadak membuka lagi peluang Verstappen berebut gelar 2025.
Ya, kali ini pun di Qatar ia masih butuh keberuntungan. Kalah 25 poin dengan Norris mengharuskannya finish di depan rivalnya, dengan selisih poin sebanyak mungkin. Jika bisa, Norris gagal masuk masuk 10 Besar atau FNF sehingga pertarungan akhir di Abu Dhabi semakin terbuka dan menghibur.
Ya, kalaupun Verstappen sukses menjadi juara di Qatar, tapi peluangnya tetap tak ada lagi di Abu Dhabi jika Norris mampu merebut poin berapa saja di Qatar. Finish P10 saja dengan imbalan 1 angka pun audah cukup.
Jadi, mari menanti saja, masih adakah keberuntungan buat Verstappen seperti di GP Las Vegas?
Ia sudah menjawab sendiri: tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. (r)