Pemilik Gugat VinFast, Mobil SUV VF 8 Butuh Waktu Hampir 24 Jam Hanya untuk Ngecas

Rabu, 03/12/2025 15:15 WIB | Wilfrid Kolo
Mobil listrik VonFast VF8  yang mengalami masalah pada pengisian baterai
Mobil listrik VonFast VF8 yang mengalami masalah pada pengisian baterai

mobilinanews (Jakarta) - VinFast kembali menjadi sorotan. Bukan karena produk baru atau inovasi yang mereka berikan untuk elektrifikasi.

Kali ini, produsen mobil asal Vietnam itu, menjadi pembicaraan lantara masalah pada pengecasannya, yang tidak sesuai dengan apa yang mereka klaim.

Para pemilik di Amerika Serikat memptotes karena pengsisian daya pada unit VF 8 Plus AWD yang sangat lambat. Dalam klaim konsumen, melansir Carscoops, (25/11), mobil membutuhkan waktu 24 jam penuh untuk mengisi ulang baterainya.

Gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California ini mewakili pelanggan yang menyewa atau membeli VF 8 Plus AWD dalam empat tahun terakhir.

Dalam laporan itu, sebenarnya, kendaraan listrik ini seharusnya mengisi daya dengan kecepatan 6,6 kW atau lebih tinggi. Namun, para pelanggan mengatakan bahwa VinFast mereka, mengisi daya di bawah 2 kW. Kecepatan tersebut lebih mendekati kecepatan Nissan Leaf asli daripada EV modern.

Para penggugat, Gil Swigi dan Joseph Mizrahi, mengatakan bahwa mereka diyakinkan bahwa mereka mendapatkan kinerja pengisian daya Level 2 standar. VinFast diduga mengiklankan bahwa mobil mereka dapat mengisi daya hingga 32 amp.

Ketika Mizrahi dan Swigi mencobanya, mereka mengklaim mobil-mobil itu akan mati karena cacat perangkat lunak. Satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah mengisi daya pada 19 amp, yang memangkas kecepatan pengisian total hampir 40 persen.

Lebih parah lagi, matinya mobil diduga terjadi di tengah malam. Itu berarti, pemilik akan terbangun dengan kejutan yang tidak menyenangkan, sementara mereka akan menggunakan mobil tersebut.

Menurut Carcomplaints, VinFast telah mencoba beberapa perbaikan pada kendaraan yang dimaksud.

Sejauh ini, VinFast berhasil berargumen bahwa kedua pemilik setuju untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui arbitrase. Hakim kemudian mengabulkan mosi tersebut, dan arbitrase ditetapkan pada 20 Februari 2026.