Dakar 2026: Estafet Perjuangan Tinton Soeprapto Berlanjut, Julian Johan Jadi Tumpuan Harapan Bangsa

Jum'at, 02/01/2026 09:23 WIB | bagas
Julian Johan Menuju Reli Dakar 2026
Julian Johan Menuju Reli Dakar 2026

Mobilinanews (Jakarta) - Padang pasir Arab Saudi akan segera menjadi saksi sejarah baru bagi dunia otomotif tanah air. Setelah 14 tahun absen tanpa wakil, Indonesia dipastikan kembali mengirimkan putra terbaiknya untuk menantang maut di Rally Dakar 2026.

Adalah Julian Johan, atau yang akrab disapa Jeje, sosok yang memikul amanah besar untuk mengibarkan bendera Merah Putih dalam ajang motorsport paling ganas di kolong langit tersebut.

Keikutsertaan Jeje bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan sebuah estafet perjuangan. Terakhir kali Indonesia mencatatkan namanya di kompetisi ini adalah melalui Kasih Anggoro pada 2010 dan 2011, serta jauh sebelumnya oleh legenda Tinton Soeprapto pada 1988.

Jeje mengaku bahwa jejak langkah para seniornya itulah yang menjadi bahan bakar motivasi untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya. Baginya, Dakar bukan hanya soal adu cepat, melainkan ujian bagi nyali yang tidak masuk akal.

“Mereka orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Dakar tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan,” ucapnya, Jumat (2/1/2026).

Ya, putra dari salah satu offroader kebanggaan Indonesia, Ismail Johan ini mengutarakan bahwa, kombinasi antara keberanian yang luar biasa dan sedikit "kenekatan" sangat diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian di tengah medan ekstrim.

“Karena dengan medan yang sangat ekstrem dan panjang, ternyata kita yang punya finansial yang kuat saja tidak cukup untuk ikut, tapi kita harus nekat dan memberanikan diri walaupun kita belum tahu akan seperti apa hasilnya,’ sambungnya.

Ia menyadari bahwa selama ini dirinya hanya melihat Rally Dakar dari balik layar kaca atau media sosial, namun kini ia harus benar-benar terjun langsung merasakan denyut adrenalin yang sesungguhnya.

Demi mematangkan persiapan, Jeje telah menjalani sesi latihan intensif di Maroko, Afrika Utara. Pilihan lokasi ini diambil karena kemiripan medan dan iklim dengan Arab Saudi sehingga cocok untuk mengasah teknik mengemudi di atas permukaan pasir.

Meski ia akan mengendarai Land Cruiser 100 yang sudah sangat ia kenali karakternya, Jeje tetap melakukan penyesuaian teknis agar kendaraan tersebut siap tempur di medan yang jauh lebih panjang dan melelahkan.

Namun, berbekal sesi latihan yang pernah ia lakukan beberapa waktu lalu di Maroko, Afrika Utara, sejumlah penyesuaian telah dihadapi sehingga pada saat kompetisi Rally Dakar 2026 berlangsung, Jeje memiliki sudah memiliki sedikit gambaran.

“Saya sudah dapat beberapa hal saat melakukan sesi latihan di Afrika. Karena secara medan, boleh dikatakan sangat mirip, latihan saat itu sangat membantu sekali untuk saya bisa mendapatkan gambaran besar dan menjadi kisi-kisi yang bermanfaat di dakar,” ujarnya.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, kini publik otomotif Indonesia tinggal menunggu waktu. Julian Johan tidak hanya membawa sebuah mobil, ia membawa harapan dan kebanggaan bangsa yang telah lama tertidur di kancah reli dunia.