Mobilinanews (Jakarta) - Semangat Merah Putih kembali membara di kancah otomotif internasional seiring dengan partisipasi Julian Johan, atau yang akrab disapa Jeje, dalam ajang bergengsi Rally Dakar 2026.
Dalam kompetisi yang dikenal sebagai reli paling ganas di dunia ini, Jeje membawa misi besar untuk mengharumkan nama bangsa melalui pilihan kendaraan yang tidak hanya memiliki nilai historis tinggi, tetapi juga performa yang sudah teruji di medan gurun.
Jeje yang akan didampingi oleh co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi di kelas atau kategori Classic menjatuhkan pilihannya pada Toyota Land Cruiser 100, sebuah kendaraan yang memiliki ikatan emosional sekaligus teknis baginya.
Jeje mengungkapkan bahwa penggunaan SUV legendaris ini bukanlah sebuah keputusan yang asing, mengingat ia sudah memiliki jam terbang tinggi dalam mengendarai model tersebut di berbagai kejuaraan yang ia selami.

Hal ini memberikan keuntungan strategis karena ia tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan karakter mesin dan pengendalian mobil, sehingga fokusnya bisa sepenuhnya tercurahkan pada navigasi dan tantangan ekstrem di Arab Saudi.
Mobil yang dikemudikan Jeje bukanlah kendaraan sembarangan. Land Cruiser 100 tersebut merupakan unit ikonik yang pernah membawa tim pabrikan Toyota Jepang meraih gelar juara Rally Dakar pada awal era 2000-an.
Setelah sempat berpindah kepemilikan ke tangan Compagnie Saharienne, kendaraan bersejarah ini akhirnya kini berada di bawah kendali Julian Johan. Momen ini menandai kembalinya sang "juara lama" ke habitat aslinya di padang pasir.
Namun kali ini, mobil itu hadir membawa identitas baru bernuansa nusantara. Visualnya tampil mencolok dengan balutan warna merah dan putih yang mendominasi seluruh bodi diselingi aksen hitam sebagai representasi dukungan para sponsor.
Jeje menjelaskan bahwa desain livery ini merupakan kelanjutan dari semangat yang ia usung saat berlaga di AXCR tahun 2023 silam. Bukan sekedar estetika, livery mempertegas kepada dunia bahwa Indonesia kembali hadir dan siap bersaing di panggung Rally Dakar.

“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam berkaitan dengan para sponsor yang ada” ungkap putra dari salah satu offroader Indonesia, Ismail Johan itu dalam keterangannya kepada Mobilinanews, Jumat (2/1/2026).
“Memang mirip dengan livery pada saat pertama AXCR 2023, memang dengan sengaja saya ingin melanjutkan nafas merah putih, atau nafas Indonesia di livery perdana ini sekaligus menjadi statement indonesia kembali lagi di ajang Rally Dakar ini,” pungkas Jeje.
Perjuangan Julian Johan di Rally Dakar 2026 bukan sekadar tentang adu kecepatan di atas pasir, melainkan sebuah pembuktian bahwa sejarah dan nasionalisme bisa berjalan beriringan di lintasan paling ekstrim di dunia.
Dengan kembalinya sang "Legenda Dakar" berbaju Merah Putih, Jeje tidak hanya membawa mesin yang tangguh, tetapi juga harapan jutaan pasang mata masyarakat Indonesia yang rindu melihat bendera kebanggaan berkibar di podium tertinggi.