Mobilinanews (Arab Saudi) - Harapan Arab Saudi untuk melihat pahlawan lokal mereka mempertahankan takhta di Reli Dakar 2026 harus berakhir dengan pahit.
Juara bertahan, Yazeed Al-Rajhi, secara mengejutkan terpaksa mengibarkan bendera putih pada hari Rabu setelah masalah mekanis yang melumpuhkan kendaraannya di tengah gurun yang ganas.
Pihak penyelenggara Reli Dakar telah mengkonfirmasi bahwa Al-Rajhi tidak mampu melanjutkan balapan setelah terhenti di kilometer 234, sebuah titik yang menjadi kuburan bagi ambisinya tahun ini.

“Dihantam masalah teknis, Yazeed Al-Rajhi mengumumkan pengunduran dirinya dari etape ini di KMr 234,” ungkap penyelenggara dalam pembaruan singkat, Rabu (7/1/2025).
Kegagalan ini terasa sangat menyesakkan karena terjadi tepat saat kompetisi memasuki tahap maraton yang krusial. Dalam format maraton yang berlangsung selama dua hari ini, para pembalap dilarang menerima bantuan teknis dari tim mekanik mereka di luar lintasan.
Al-Rajhi, yang mengemudikan Toyota Hilux, mendapati dirinya terjebak tanpa sokongan teknis di tengah tahapan khusus sepanjang 452 km. Tanpa adanya bantuan, kerusakan pada mesinnya menjadi vonis mati bagi peluangnya untuk mengejar ketertinggalan.
Perjalanan Al-Rajhi di Dakar 2026 memang sudah diwarnai berbagai rintangan sejak awal pekan. Sebelumnya, pembalap berusia 44 tahun itu tampak kesulitan menemukan ritme terbaiknya dan hanya mampu bertengger di posisi ke-19 pada klasemen di awal hari Rabu.
Di saat Al-Rajhi meratapi nasibnya, panggung Dakar justru melahirkan drama baru yang menempatkan pembalap Afrika Selatan, Henk Lategan yang tergabung pada tim pabrikan Toyota Gazoo Racing sebagai sorotan utama.

Lategan menunjukkan dominasi luar biasa di atas kemudi Toyota miliknya. Catatan waktunya yang impresif tidak hanya memberinya kemenangan etape, tetapi juga mengukuhkan posisinya di puncak klasemen keseluruhan.
Dominasi Lategan pada hari itu bahkan mengungguli legenda hidup Dakar, Nasser Al-Attiyah. Juara lima kali asal Qatar tersebut harus puas finis tujuh menit lebih lambat dari Lategan. Dengan hasil ini, Lategan kini memimpin klasemen sementara.
Persaingan kini beralih menjadi duel sengit antara talenta muda yang sedang naik daun melawan sang veteran berpengalaman, sementara sang juara bertahan hanya bisa menyaksikan sisa balapan dari pinggir lintasan.