MotoGP 2026: Sinyal Pensiun Dini, Marc Marquez Akui Tubuhnya Tak Lagi Sejalan dengan Pikiran

Sabtu, 10/01/2026 13:28 WIB | bagas
Marc Marquez #93 (Foto: IG/@marcmarquez93)
Marc Marquez #93 (Foto: IG/@marcmarquez93)

Mobilinanews (Jakarta) - Dunia balap MotoGP kembali dikejutkan dengan kejujuran sang legenda hidup, Marc Marquez yang mulai membuka tabir mengenai masa depannya yang penuh teka-teki.

Di tengah spekulasi berakhirnya kontrak dengan Ducati musim ini, pembalap berjuluk The Baby Alien ini memberikan isyarat kuat bahwa perjalanannya di lintasan balap mungkin tidak akan berlangsung selamanya.

Kebangkitan Marquez dari badai cedera panjang hingga kembali naik ke podium tertinggi bahkan merengkuh kesuksesan gemilang dengan mengunci gelar juara dunia 2025 musim lalu menjadikannya favorit utama untuk mempertahankan takhta pada musim 2026. 

Namun, di balik kecepatan luar biasa dan mentalitas juaranya yang tak tergoyahkan, pembalap asal Spanyol itu mengakui ada pergulatan batin mengenai kapan waktu yang tepat untuk menggantung helm alias pensiun.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Spanyol, La Sexta, kakak dari Alex Marquez ini mengungkapkan bahwa tantangan terbesar seorang atlet bukanlah memenangkan balapan, melainkan memahami batasan diri.

Ia menyadari bahwa seiring bertambahnya usia dan sejarah panjang cedera yang terus menghantam fisiknya, tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan perjalanan karirnya di atas motor berkecepatan tinggi harus berakhir.

Ia pun juga memprediksi bahwa pensiun mungkin akan datang lebih cepat dari yang dibayangkan orang banyak, karena kondisi fisiknya kemungkinan besar akan menyerah sebelum semangat kompetitifnya padam.

“Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana cara pensiun, dan berapa lama harus terus berkarir. Saya tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan memaksa saya lebih keras daripada pikiran saya,” ujar Marc kepada La Sexta.

Meski demikian, gairah membalap pria yang kini telah mengoleksi 99 kemenangan di berbagai kelas ini belum sepenuhnya meredup. Secara mental, Marquez mengaku masih merasa sekuat roket dan siap melesat mengejar rekor-rekor baru.

Marquez menyadari bahwa risiko cedera adalah bagian tak terpisahkan dari karirnya, sebuah pertaruhan yang ia ambil dan sejauh ini masih memihak kepadanya hingga tahap akhir karir profesionalnya.

“Kami berada pada olahraga, di mana cedera menjadi sebuah risiko yang telah saya ambil itu, justru sangat berpihak kepada saya hingga tahap ini. Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahunnya. Karena secara mental, saya masih bersemangat," tutupnya.

Banyak pihak memprediksi bahwa pembalap bernomor 93 ini akan tetap melanjutkan kemitraannya dengan Ducati. Harapan besar masih tertuju pada kemampuannya untuk tetap bersaing di barisan depan, setidaknya hingga perubahan tahun 2027 mendatang.