mobilinanews (Italia) - Bertahun-tahun Toprak Razgatlioglu menunggu kesempatan tampil di kelas para raja balap motor dunia, MotoGP. Baru tahun ini terwujud dan datang dengan status juara dunia WSBK 3 kali. Apa yang bisa diharapkan dalam debutnya?
Sudah beberapa kali pembalap WSBK manggung di MotoGP tapi semuanya tak bersinar. Kalah tangguh dibandingkan para alumnus MotoGP yang mendominasi MotoGP. Apakah pembalap Turki ini bisa membuat perbedaan?
Bisa dan potensinya besar. Bukan tahun ini, tetapi tahun 2027 saat regulasi baru diperkenalkan, terutama dengan peralihan ban resmi dari Michelin ke Pirelli. Saat rider lain nanti beradaptasi dengan Pirelli, Toprak bisa langsung on karena sudah bertahun-tahun pakai pabrikan ban Italia itu di kancah WSBK.
El Turco, julukan Toprak yang meraih gelar dunia WSBK pertamanya (bersama Yamaha) di Sirkuit Mandalika, Indonesia, kini justru harus beradaptasi dengan ban Michelin yang masih dipakai MotoGP hingga akhir tahun ini.
"Semua di motor MotoGP berbeda dengan WSBK. Khususnya dengan ban sekarang, saya sama sekali tak bisa gunakan riding style saya di WSBK," ucap Toprak yang terkenal dengan gaya pengeremannya yang keras dan khas.
Karena itu Toprak tak ingin umbar optimisme tahun ini bersama tim Pramac dengan status kontrak langsung dengan pabrikan Yamaha. Jika M1 Yamaha kompetitif maka Toprak bisa diharapkan juga kompetitif di papan atas 2027.
"Saya sangat ingin duel melawan Marc (Matquez). Itu yang saya impikan setelah impian menjadi rider MotoGP terwujud tahun ini," katanya.
Pembalap Muslim yang tak pernah menenggak minuman beralkoholndi podium itu menyebut sejarah tim dan kemitraan yang kuat dengan Yamaha memainkan peran kunci dalam keputusan pindah ke MotoGP.
" Ini babak baru dalam karier saya Saya ingin menghadapinya dengan pola pikir pengembangan jangka panjang sejak awal. Tes pertama dengan YZR-M1 V4 telah positif, terutama dalam hal akselerasi dan keluar tikungan. Tentu saja, ini baru permulaan. Di MotoGP, performa berasal dari kerja keras yang berkelanjutan, berbagi data, dan peningkatan langkah demi langkah, dan itulah fokus kami saat ini."
"Tujuan utama saya musim ini adalah pengembangan: beradaptasi dengan MotoGP, memahami motor dan tingkat persaingan, serta membangun konsistensi dari balapan ke balapan. Hasil memang penting, tetapi pada tahap ini proses adalah prioritas," tandasnya, dan tentu saja tahun keduanya nanti seperti harapan warga negara Turki di mana pun berada agar El Turco bisa mewujudkan mimpinya melawan Marquez.
Petinggi Yamaha dan Pramac pun memberi apresiasi dan harapan besar atas kedatangan Toprak. Ini mereka dan tanggapannya via rilis tim.
Paolo Pavesio (Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing): kehadiran Toprak Razgatlıoğlu ke MotoGP merupakan langkah signifikan dan menggembirakan dalam visi balap Yamaha yang lebih luas. Bakat dan karakter Toprak tidak perlu diragukan , tetapi transisinya ke kelas utama adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan adaptasi bersama. Tujuan kami adalah menyediakan lingkungan yang tepat baginya untuk belajar, berkembang, dan secara progresif mengekspresikan potensinya di level tertinggi.
Paolo Campinoti (Team Principal Prima Pramac Yamaha: Saya sangat senang menyambut Toprak Razgatlıoğlu ke tim dan bersemangat untuk melihat bakat dan gaya berkendara spektakulernya.
Gino Borsoi (Direktur Tim Prima Pramac Yamaha): Kedatangan Toprak membawa tantangan baru dan kurva pembelajaran alami bagi semua yang terlibat. Fase yang menarik di mana kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci. Kami sangat percaya pada susunan pembalap kami. Toprak akan diberi waktu yang dibutuhkannya untuk mempelajari motor baru, ban baru, dan kejuaraan baru. Bakatnya luar biasa dan kami tahu ia dapat mengejutkan sejak awal. (r)