Mobilinanews (Mandalika) - Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika baru saja menjadi saksi sejarah saat sang legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, akhirnya mencicipi aspal kebanggaan Indonesia tersebut pada akhir Januari 2026 ini.
Kehadiran "The Doctor" bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah sesi track day eksklusif yang menarik perhatian dunia otomotif sekaligus menjalani misi penting dalam mendukung rangkaian program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy.
Dalam sesi latihan tertutup ini, Rossi menunggangi motor yang sangat istimewa, yakni Yamaha YZF-R1 GYTR, sebuah mahakarya teknis yang dirancang khusus untuk performa lintasan balap maksimal.
Motor yang digunakan Rossi bukanlah Yamaha R1 standar yang biasa ditemui di jalan raya, melainkan edisi khusus "VR46 Tribute" yang pernah diberikan Yamaha sebagai hadiah perpisahan saat ia pensiun dari MotoGP pada tahun 2021.
Motor ini bukan sekadar kendaraan produksi massal, melainkan sebuah penghormatan teknologi yang dirancang khusus oleh divisi Genuine Yamaha Technology Racing (GYTR) untuk merayakan warisan balap sang juara dunia sembilan kali tersebut.

Kendaraan ini mengusung spesifikasi teknis yang sangat dekat dengan motor Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK). Oleh sebab itu, keistimewaan motor ini langsung terpancar dari jeroannya yang mengadopsi spesifikasi mesin kelas dunia.
Di balik fairing berbahan serat karbon yang ringan dan kokoh, tersemat mesin 4-silinder segaris berkapasitas 998 cc dengan teknologi crossplane yang mampu menyemburkan tenaga luar biasa hingga lebih dari 218 tenaga kuda.
Kekuatan ini disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan serta sistem elektronik mutakhir berupa ECU REX 140 Marelli yang bekerja sama dengan wire harness khusus untuk memastikan penyaluran tenaga tetap presisi di setiap tikungan tajam Mandalika.
Sisi estetika dan aerodinamika motor ini juga tidak main-main. Seluruh bodi dibalut material carbon fibre premium, termasuk pada bagian subframe belakang, yang secara signifikan mereduksi bobot motor sehingga menjadi sangat lincah saat bermanuver.
Untuk menunjang kendali yang sempurna, Yamaha menyematkan sistem suspensi kasta tertinggi dari Ohlins pada sisi depan dan belakang, lengkap dengan steering damper yang memastikan stabilitas di kecepatan tinggi.
Untuk mendukung performa jangka panjang di lintasan, kapasitas tangki bensin pun ditingkatkan menjadi 22 liter dengan desain khusus balap yang terbuat dari aluminium ringan untuk distribusi berat yang lebih optimal.

Untuk urusan pengereman, paket rem Brembo spek kompetisi memastikan daya henti yang brutal namun tetap mudah dikontrol, sementara raungan mesin disalurkan melalui sistem pembuangan Akrapovic titanium yang memberikan suara khas motor balap kelas dunia.
Saat menjajal lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut, Rossi memuji kualitas aspal Mandalika yang rata dan memiliki daya cengkeram sangat kuat, sehingga memberikan sensasi berkendara yang sangat menyenangkan dan menantang.
“Sirkuit Mandalika adalah trek yang sangat cepat dan mengalir. Banyak tikungan kanan, aspalnya sangat bagus, cengkeramannya kuat, dan tidak bergelombang. Ini benar-benar sirkuit yang menyenangkan,” ujar Rossi mengutip MGPA, Jumat (30/1/2026).
Meski baru pertama kali turun di sirkuit ini, kombinasi antara talenta abadi sang juara dan spesifikasi mutakhir Yamaha YZF-R1 GYTR memungkinkannya mencetak catatan waktu yang kompetitif, hanya berselisih tipis dari murid-muridnya yang masih aktif di MotoGP.
Penampilan ini membuktikan bahwa meskipun sudah tidak berkompetisi secara profesional di ajang roda dua, sinergi antara Valentino Rossi dan teknologi GYTR dari Yamaha tetap menjadi tontonan yang memukau dan penuh magis.