Ingin Helm Spek MotoGP? Inilah Daftar Lengkap Helm yang Sudah Lolos Homologasi FIM

Minggu, 01/02/2026 01:09 WIB | bagas
Ilustrasi Helm KYT Berstandar FIM di MotoGP (Foto: MotoGP)
Ilustrasi Helm KYT Berstandar FIM di MotoGP (Foto: MotoGP)

Mobilinanews (Jakarta) - Dalam dunia balap motor profesional seperti MotoGP dan World Superbike atau yang dikenal dengan WorldSBK, kecepatan bukanlah satu-satunya hal yang menjadi prioritas utama.

Di balik aksi saling salip pada kecepatan lebih dari 300 km/jam, terdapat perlindungan kepala yang sangat canggih yang diatur oleh FIM Racing Homologation Programme (FRHP), bagian dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Sertifikasi tersebut tentu bukanlah sekadar stiker tambahan, melainkan jaminan bahwa helm tersebut mampu menahan benturan ekstrem yang tidak diuji pada standar harian seperti SNI atau ECE biasa.

Sejak diluncurkan pada tahun 2019, program homologasi FIM telah berevolusi dari fase pertama (FRHPhe-01) yang dikhususkan untuk balap sirkuit (Road Racing), hingga kini memasuki fase kedua (FRHPhe-02) yang mencakup disiplin lebih luas termasuk off-road.

Daftar Helm Bersertifikasi FIM yang Mendominasi Lintasan Dunia

Beberapa merk helm ternama telah berhasil melewati pengujian ketat ini. Menariknya, dua diantaranya berasal dari produsen yang memiliki akar kuat di Indonesia, membuktikan bahwa teknologi dalam negeri mampu bersaing di level tertinggi.

Beberapa model helm yang telah mendapatkan homologasi FIM antara lain:

  • AGV: Pista GP R, Pista GP RR.
  • Arai: RX-7V, RX-7V FIM Racing, RX-7X Racing.
  • Shoei: X-14 (X-Fourteen), X-Spirit III, X-15 (X-Fifteen).
  • Shark: Race-R Pro GP FIM Racing.
  • HJC: RPHA 01R, RPHA 1.
  • KYT: KX1-Race GP (Produk Indonesia yang digunakan Enea Bastianini).
  • NHK: GP R Tech (Produk Indonesia pertama yang lolos homologasi FIM).
  • Scorpion: Exo-R1 FIM Racing.
  • Alpinestars: Supertech R10.
  • Kabuto: RT-33, F-17.
  • Bell: Pro Star.
  • Suomy: SR-GP.

Daftar ini terus bertambah seiring dengan inovasi produsen dalam memperbarui teknologi material mereka untuk memenuhi standar keselamatan yang terus meningkat serta permintaan bagi setiap pembalap.

Syarat dan Prosedur Mendapatkan Homologasi FIM

Mendapatkan label FRHPhe bukanlah perkara mudah. FIM menetapkan protokol yang jauh lebih kompleks dibandingkan standar internasional lainnya. Berikut adalah tahapan dan persyaratan bagi produsen helm untuk mendapatkan sertifikasi tersebut:

  1. Sertifikasi Standar Internasional sebagai Prasyarat

Sebelum mendaftar untuk homologasi FIM, sebuah helm wajib memiliki sertifikasi standar jalan raya yang diakui secara global, seperti ECE 22.06 (Eropa), Snell M2020 (Amerika Serikat), atau JIS T8133 (Jepang), sebelum masuk ke pengujian balap yang lebih spesifik.

  1. Pengujian Benturan Miring (Oblique Impact Test)

Inilah pembeda utama standar FIM. Mayoritas standar helm biasa hanya menguji benturan tegak lurus (linear). Namun, kecelakaan balap motor sering kali melibatkan benturan dalam sudut miring yang menyebabkan gaya rotasi pada otak.

FIM menguji helm dengan menjatuhkannya pada sudut 45 derajat untuk mengukur seberapa baik helm meredam akselerasi rotasi yang bisa menyebabkan cedera otak serius (diffuse axonal injury) bagi para penggunanya.

  1. Uji Penetrasi dan Ketahanan Cangkang

Helm harus mampu menahan objek tajam yang jatuh dari ketinggian tertentu tanpa menembus cangkang. Selain itu, pengujian dilakukan pada kecepatan benturan yang lebih tinggi dibandingkan standar jalan raya biasa untuk mensimulasikan kecelakaan di sirkuit.

  1. Kriteria Cedera Otak (Brain Injury Criterion - BRIC)

FIM menggunakan algoritma canggih bernama BRIC untuk mengevaluasi risiko cedera otak berdasarkan data dari sensor yang ditanam di dalam kepala manekin saat pengujian. Helm hanya akan lolos jika angka BRIC berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

  1. Fitur Keselamatan Tambahan

Produsen diwajibkan menyertakan sistem Emergency Quick Release pada bantalan pipi yang memungkinkan tim medis melepas helm dengan aman tanpa memberikan tekanan berlebih pada leher pembalap yang cedera serta penguncian tali sistem Double D-Ring.

Menuju Masa Depan: FRHPhe-02

Mulai tahun 2026, FIM akan mewajibkan standar FRHPhe-02. Fase terbaru ini tidak hanya ditujukan untuk MotoGP dan WorldSBK, tetapi juga akan menjadi standar wajib untuk kompetisi offroad seperti Motocross, Enduro, dan Speedway.

Standar ini akan membawa perlindungan lebih maksimal terhadap benturan di permukaan yang tidak rata dan pengujian penetrasi yang lebih ketat sebagai antisipasi insiden buruk yang terjadi pada area atau lintasan kasar atau ekstrim sekalipun.

Bagi konsumen umum, membeli helm dengan logo homologasi FIM berarti Anda menggunakan perlindungan kepala yang sama dengan yang digunakan oleh Marc Marquez atau bahkan sang legenda Valentino Rossi. 

Meski harganya jauh lebih tinggi, tingkat keamanan yang ditawarkan adalah yang terbaik yang bisa dihasilkan oleh teknologi manusia saat ini. Terlebih, seberapapun harga motor dan seberapapun kecepatan motor, sektor keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama.