Selisih 1 Lap! Razaiq Motorsport Rajai Pertamina 6 Hours Endurance di Mandalika

Senin, 02/02/2026 09:12 WIB | bagas
Razaiq Motorsport Rajai Pertamina 6 Hours Endurance (Foto: MGPA)
Razaiq Motorsport Rajai Pertamina 6 Hours Endurance (Foto: MGPA)

Mobilinanews (Lombok) - Aspal panas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali menjadi saksi bisu dengan digelarnya ajang bergengsi Pertamina 6 Hours Endurance, sebuah balapan ketahanan yang menguji batas kemampuan manusia dan mesin.

Pada Minggu, 1 Februari 2026, tepat pukul 10.01 WITA, di bawah langit Lombok yang bersahabat, bendera start dikibarkan. Puluhan mobil dari berbagai kelas segera menderu, memulai tarian kecepatan yang berlangsung selama enam jam penuh.

Hingga akhirnya, pada pukul 16.03 WITA, bendera finis dikibarkan. Panggung utama hari itu menjadi milik Razaiq Motorsport. Mengandalkan Honda Brio bernomor lambung 777 yang bertarung di kelas ITCR 1200, tim ini tampil luar biasa solid.

Kolaborasi empat pembalap, yakni Rizky Rafi Thamrin, Junus Danuarjo, serta dua talenta asal Malaysia, Hayden Haikal dan Bradley B. Anthony, sukses melahap total 166 lap. Mereka menyentuh garis finis dengan catatan waktu total 6 jam 3 menit 13,796 detik.

Kemenangan Razaiq Motorsport bukannya tanpa drama. Sepanjang balapan, mereka harus bergelut dengan tekanan konstan dari para rival dan beban menjaga konsistensi ritme. Bahkan, tim sempat dijatuhi penalti 60 detik akibat unsportsmanlike conduct.

Namun, kematangan strategi dan stabilitas performa mobil membuat mereka tetap mampu mempertahankan posisi puncak hingga akhirnya berhasil meraih podium pertama dalam ajang balap yang juga digelar untuk pertama kalinya ini.

Sementara itu, persaingan di papan atas juga terbukti sangat sengit dengan selisih yang sangat tipis. Cargloss Racing Team yang mengandalkan Toyota Agya nomor 77 harus puas di posisi kedua overall. 

Trio pembalap Hari Darma, Amato Rudolph, dan Jordan Johan hanya terpaut satu lap di belakang sang juara dengan total 165 lap. Meski sempat terganjal penalti terkait prosedur pit stop dan aturan pergantian pembalap, konsistensi tim ini tetap patut diacungi jempol.

Melengkapi podium overall di posisi ketiga menjadi tempat bagi tim Banteng Motorsport. Menggunakan Honda Brio nomor 44, David Djaja, Davino Satria, dan Rayhan Tania berhasil membukukan sebanyak 164 lap.

Jarak dua lap dari pemimpin lomba menegaskan betapa rapatnya peta persaingan di kelas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 tahun ini, di mana kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal pada hasil akhir.

Beralih ke kelas ITCR 1500, dominasi ditunjukkan oleh REA Siantar Racing. Tim yang diperkuat M Wildan Rizkyansyah, Abraham Nadeak, dan Yoshihiro Fajaryanto ini tidak hanya menjuarai kelasnya, tetapi juga merangsek ke posisi keempat secara keseluruhan.

Prestasi mereka semakin lengkap setelah mencatatkan best lap of the race dengan waktu 2 menit 02,851 detik. Menyusul di posisi kedua kelas ITCR 1500 adalah Wish Motorsport melalui aksi Billy Wisputra, Henri Liang, Fendy Yoman, dan Hery Wirawan.

Dengan kecepatan rata-rata mencapai 118,183 km/jam, ajang ini menjadi bukti nyata kesiapan Mandalika menggelar balapan berstandar internasional, termasuk ajang bergengsi World Endurance Championship (WEC).

Dirut Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, memberi apresiasi tinggi terhadap jalannya lomba. Menurutnya, selisih tipis antar-pemenang menunjukkan kualitas tim balap Indonesia yang semakin matang dalam memahami esensi endurance race.

“Kami mengapresiasi seluruh tim yang bertanding dengan penuh sportivitas. Meski ada penalti, itu merupakan bagian dari edukasi dan pembelajaran agar ke depan balap endurance di Indonesia semakin profesional dan matang,” ucapnya, Minggu (1/2/2026).

Priandhi menegaskan bahwa ajang seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem motorsport nasional. Ia berharap Mandalika tidak hanya menjadi lokasi balapan, tetapi juga laboratorium pembelajaran bagi seluruh elemen agar terbiasa dengan regulasi internasional.

“Endurance race ini sangat penting untuk membangun ekosistem motorsport Indonesia. Mandalika tidak hanya menjadi venue, tetapi juga laboratorium pembelajaran bagi pembalap, tim, dan penyelenggara agar terbiasa dengan standar internasional,” tegasnya.

“Dari sini, kami berharap lahir tim-tim dan pembalap Indonesia yang siap bersaing balap endurance di level regional hingga internasional. Harapan kami kejuaraan endurance level internasional akan hadir di Mandalika,” pungkas Priandhi Satria.

Ajang ini pun berakhir dengan manis, menyisakan catatan prestasi dan evaluasi berharga bagi seluruh peserta. Di balik trofi yang diraih oleh Razaiq Motorsport dan tim pemenang lainnya, tersimpan semangat kolektif untuk terus memajukan kualitas balap tanah air.

Dengan demikian, Pertamina 6 Hours Endurance telah usai, namun gairah yang tercipta di aspal Mandalika dipastikan akan terus membara hingga bendera start dikibarkan kembali di musim balap selanjutnya.