Mobilinanews (Buriram) - Veda Ega Pratama berhasil membuktikan kelasnya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di kancah balap motor internasional melalui penampilan luar biasa di seri perdana Moto3 2026 Thailand.
Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand sepanjang 19 lap tersebut, pembalap kebanggaan Indonesia dari Honda Team Asia ini berhasil mengamankan finis di posisi kelima.
Hasil ini sangat menggemparkan dunia balap karena Veda tidak sekadar finis di barisan depan, namun ia tampil sangat agresif dan terus memberikan tekanan konsisten kepada para pembalap unggulan di grup terdepan sepanjang jalannya perlombaan.
Sejak awal balapan, Veda Pratama menunjukkan ambisi besar setelah memulai perlombaan dari posisi kelima di baris kedua grid. Memacu Honda NSF250RW, Veda langsung tancap gas dan menunjukkan kecepatan yang kompetitif sejak putaran pertama.

Data resmi menunjukkan bahwa pada lap pertamanya saja, pembalap berusia 17 tahun itu sudah mencatatkan waktu 1 menit 41,450 detik, yang membuatnya langsung berada dalam jangkauan grup pemimpin balapan.
Konsistensi kecepatannya sangat mengesankan, di mana ia mencatatkan waktu terbaik pribadinya pada lap kelima dengan torehan 1 menit 41,334 detik. Catatan ini hanya terpaut sangat tipis, yakni 0,106 detik, dari putaran tercepat yang diraih oleh Valentin Perrone.
Strategi agresif Veda terlihat jelas dari performanya di setiap sektor sirkuit. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan puncak yang mencapai 238,4 km/jam di lintasan lurus, tetapi juga menunjukkan keberanian luar biasa dalam duel jarak dekat.
Berdasarkan data live timing, Veda menunjukkan keunggulan mutlak di Sektor 1 dan Sektor 2 yang didominasi lintasan lurus panjang. Di sektor ini, Veda berkali-kali mencatatkan top speed yang kompetitif yang memangkas jarak dari P7 kembali ke P5 di awal balapan.
Namun, tantangan sesungguhnya muncul di Sektor 3 yang teknis, di sinilah pembalap asal Yogyakarta ini sempat melorot ke posisi ketujuh karena pengereman yang sangat dalam (late braking) dari para rivalnya.

Memasuki lap ke-7, Veda mulai menguasai ritme di Sektor 4 yang memiliki tikungan terakhir yang sangat krusial. Kecepatan keluar tikungan (exit corner) yang presisi membuatnya sukses menyodok ke posisi empat dan sempat mencicipi posisi ketiga (P3).
Meski dua pemimpin balapan, David Almansa dan Maximo Quiles, sudah unggul jauh dengan gap +2,979 detik, Veda tetap menjadi pembalap tercepat di grup kedua, memberikan tekanan konstan pada setiap jengkal aspal Buriram.
Di tengah kepungan pembalap-pembalap KTM yang mendominasi posisi empat besar, Veda menjadi salah satu pembalap Honda yang mampu merusak dominasi tersebut di barisan paling depan bersama Adrian Fernandez yang juga penunggang Honda.
Ketegangan memuncak di lap-lap akhir saat Veda terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan podium melawan pembalap papan atas seperti David Almansa, Maximo Quiles, Valentin Perrone, dan Alvaro Carpe.

Hingga garis finis, Veda Pratama terus menempel ketat para pesaingnya dan akhirnya menyentuh garis finis dengan total waktu 32 menit 23,873 detik. Meski finis di posisi kelima, margin jaraknya dengan pemenang balapan, David Almansa, sebesar 9,687 detik.
Lebih impresif lagi, ia hanya berselisih sangat tipis, yaitu 0,114 detik, dari rider Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe yang berada di posisi keempat, dan terpaut kurang dari satu detik dari peraih podium ketiga yaitu, Valentin Perrone.
Kendati demikian, penampilan spartan di GP Thailand ini memberikan 11 poin penting bagi laga perdana Veda Ega Pratama dalam klasemen kejuaraan dunia Moto3 2026.
Pencapaian ini menegaskan bahwa Veda Ega Pratama bukan hanya pelengkap di grid Moto3, melainkan ancaman serius yang siap menggoyang kemapanan pembalap-pembalap elit dunia di setiap seri balapan.