mobilinanews (Jakarta) - Wahana Makmur Sejati (WMS) berkomitmen untuk mengampanyekan safety riding bagi pemotor yang melakukan mudik 2026.
Mereka mengingatkan para pemudik agar selalu mengutamakan aman berkendara selama perjalanan mudik, tidak hanya fokus untuk segera sampai ke tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan dilakukan dengan aman.
Keselamatan berkendara menjadi faktor utama yang harus menjadi prioritas, terlebih saat perjalanan jarak jauh yang membutuhkan kesiapan kendaraan sekaligus kondisi fisik pengendara yang prima, jangan memaksakan diri ketika kondisi tubuh sudah lelah baik.
“Kami mengimbau pemudik selalu mengutamakan keselamatan, fokus saat berkendara, serta tidak terburu-buru di jalan. Dengan menerapkan prinsip berkendara aman dan #Cari_Aman, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih nyaman dan selamat sampai tujuan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
Berikut tips mudik dengan motor untuk meminimalkan risiko selama berkendara jarak jauh.
Persiapkan Kendaraan Selalu Prima
Pemeriksaan kondisi motor yang meliputi kondisi mesin, sistem pengereman, lampu, rantai, hingga tekanan ban. Selain itu, penggantian oli juga perlu dilakukan apabila kondisi oli sudah tidak optimal agar performa mesin tetap terjaga selama perjalanan.
Tentukan Rute Perjalanan
Pemudik perlu melakukan riset rute perjalanan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Dengan memanfaatkan aplikasi navigasi digital atau informasi lalu lintas terkini, pengendara dapat memilih jalur alternatif yang lebih aman.
Istirahat yang Cukup Selama Perjalanan
Banyak pemudik yang ingin segera sampai ke tujuan sehingga memaksakan diri berkendara meski lelah, ini sangat berbahaya karena dapat menurunkan fokus serta dapat memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Disarankan untuk beristirahat setiap dua - tiga jam sekali.
Hindari Membawa Barang Berlebihan
Banyak pemudik yang membawa barang dalam jumlah besar saat menggunakan sepeda motor, padahal hal tersebut dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan.
Beban yang terlalu berat berpotensi membuat motor menjadi tidak stabil, terutama saat melewati jalan berlubang atau ketika melakukan manuver.
Berboncengan Maksimal Dua Orang
Sepeda motor secara teknis dirancang untuk membawa maksimal dua orang, yaitu satu pengendara dan satu penumpang.
Membawa lebih dari dua orang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan membuat pengendara kesulitan mengendalikan motor, terutama saat melaju di kecepatan tertentu atau melewati kondisi jalan yang padat.
“Lima tips ini adalah hal mendasar yang wajib dipatuhi setiap pemudik. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, memilih rute yang tepat, mengatur waktu istirahat, hingga memperhatikan beban kendaraan dan jumlah penumpang,” tutup Agus Sani.
Dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, perjalanan mudik dengan sepeda motor dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jalan