Moto3 2026 Brasil: Berbekal Poin dari Buriram, Veda Ega Pratama Intip Celah di Balik Misteri Sirkuit Ayrton Senna!

Jum'at, 13/03/2026 09:17 WIB | bagas
Veda Ega Pratama #9 (Foto: Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama #9 (Foto: Honda Team Asia)

Mobilinanews (Jakarta) - Aksi impresif Veda Ega Pratama dalam laga perdananya di ajang balap Moto3 2026 terus menjadi perbincangan hangat baik di kalangan pecinta balap tanah air maupun mancanegara.

Keberhasilan pembalap andalan Honda Team Asia ini mengamankan posisi kelima di Sirkuit Buriram, Thailand, menjadi sinyal kuat bahwa talenta asal Gunung Kidul tersebut siap menjadi ancaman serius musim ini.

Modal poin penting dari Negeri Gajah Putih tersebut kini dibawa terbang menuju Amerika Latin untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks di seri berikutnya di Sirkuit Autodromo Internacional de Goiania - Ayrton Senna, Brasil.

Ya, Brasil akan menggelar seri putaran ke-2 Moto3 pada 20-23 Maret mendatang. Sirkuit ini diprediksi akan menjadi ujian berat sekaligus panggung pembuktian bagi seluruh pembalap, mengingat statusnya yang relatif baru dalam kalender balap MotoGP tahun ini.

Kondisi lintasan yang masih asing bagi sebagian besar pembalap di grid membuat persaingan diprediksi akan sangat terbuka, intens dan sulit ditebak, bahkan sejak sesi latihan bebas dimulai.

Menghadapi situasi tersebut, Veda memilih untuk tetap tenang dan mengandalkan momentum positif yang telah ia bangun sejak seri perdana. Strategi utamanya adalah melakukan replikasi terhadap performa apiknya di Buriram untuk diterapkan di Goiania.

"Untuk balapan selanjutnya di GP Brasil, tentunya saya akan menggunakan pengalaman minggu ini (Thailand). Saya mengingatnya kembali," ucap Veda usai finis P5 di Thailand, seperti dikutip dari SpoTV, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, pembalap muda berbakat ini menyadari bahwa faktor adaptasi akan menjadi kunci utama untuk meraih podium di Brasil. Mengingat hampir semua pembalap memulai dari titik nol dalam memahami karakteristik aspal dan tikungan sirkuit ini.

Menurutnya, kecerdasan dalam membaca situasi lintasan menjadi sangat krusial. “GP Brasil adalah sirkuit baru bagi semua pembalap, jadi menurut saya siapa yang cepat beradaptasi akan meraih hasil bagus,” jelas Veda dengan penuh optimisme.

Pertarungan di Brasil nanti bukan sekadar adu kecepatan mesin, melainkan adu ketangguhan mental dalam menaklukkan sirkuit yang masih menyimpan banyak rahasia baik seluruh pembalap dan tim.

Dengan bekal kepercayaan diri tinggi dan kemampuan adaptasi yang mumpuni, seluruh mata penggemar tertuju pada Veda Ega Pratama, akankah sang "Wonderkid" Gunung Kidul ini kembali mendominasi dan mengibarkan Merah Putih di podium internasional.