Mobilinanews (Afrika) - Padang sabana Kenya kembali menjadi saksi keperkasaan Toyota Gazoo Racing World Rally Team (TGR-WRT) dalam putaran ketiga FIA World Rally Championship (WRC) 2026 seri Safari Rally Kenya.
Takamoto Katsuta, bersama co-driver Aaron Johnston, berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana mereka. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Toyota di tanah Afrika sejak reli legendaris ini kembali ke kalender dunia.
Kemenangan ini menempatkan Katsuta dalam jajaran elit pembalap Jepang. Ia menjadi orang Jepang kedua yang memenangi seri WRC setelah Kenjiro Shinozuka (1991 & 1992), serta orang Jepang kedua yang menjuarai Safari Rally setelah Yoshio Fujimoto pada 1995.
Pencapaian ini terasa sangat emosional mengingat Katsuta mengawali kariernya sebagai pembalap sirkuit sebelum bergabung dengan program tantangan TGR pada 2015 dengan pengalaman reli yang minim.
Perjalanan Katsuta menuju podium tertinggi di Kenya tidaklah mulus. Meski dikenal tangguh di lintasan ini dengan modal tiga podium dalam lima tahun terakhir, ia sempat terpuruk di posisi ketujuh pada hari Jumat akibat mengalami ban bocor ganda (double puncture).

Namun, sifat pantang menyerah menjadi kunci. Saat pembalap lain—termasuk rekan setimnya sendiri, berguguran diterjang medan berbatu dan lumpur pekat, Katsuta tampil klinis dan berhasil merebut kepemimpinan balapan pada hari Sabtu.
Katsuta memasuki hari terakhir dengan keunggulan 1 menit 25,5 detik atas pereli Hyundai, Adrien Fourmaux. Dengan manajemen risiko yang matang di empat tahapan (stage) terakhir, ia sukses mengunci kemenangan dengan selisih 27,4 detik.
"Rasanya luar biasa bisa meraih hasil ini. Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan saat melewati garis finis; benar-benar gila. Ada begitu banyak momen sulit dan semua kenangan itu terlintas di kepala saya," ujar Katsuta penuh haru, Selasa (17/3/2026).
Secara teknis, edisi kali ini disebut sebagai Safari Rally paling menuntut. Hujan deras membuat lintasan menjadi jebakan lumpur yang menyiksa mesin dan suspensi. Dari lima mobil GR Yaris Rally1 yang diturunkan, hanya beberapa yang mampu melahap seluruh SS.
Elfyn Evans, Sebastien Ogier, dan Oliver Solberg bahkan sempat mengalami kegagalan teknis akibat kontaminasi lumpur pada alternator dan kerusakan suspensi, meski akhirnya mampu bangkit di hari Minggu untuk mengamankan poin tambahan.

Namun, dominasi Toyota tetap belum goyah dengan keberhasilan Sami Pajari yang meraih podium ketiga. Hasil ini membuat Toyota semakin kokoh di puncak klasemen manufaktur yang unggul 43 poin, sementara Elfyn Evans tetap memimpin klasemen pembalap.
Wakil Kepala Tim, Juha Kankkunen, memberikan apresiasi tinggi atas ketangguhan Katsuta. "Taka adalah pembalap yang sangat baik dan melihat pembalap Jepang memenangi reli WRC lagi adalah hal yang sangat menyenangkan bagi kami,” terangnya.
“Safari Rally juga merupakan kemenangan WRC pertama saya 41 tahun lalu, dan melakukannya di ajang sesulit ini adalah sesuatu yang istimewa," ungkap Kankkunen dalam kesempatan yang sama.
Dominasi Toyota di benua hitam ini menjadi modal berharga bagi tim pabrikan asal Jepang tersebut untuk menatap seri-seri berikutnya, dimana para pereli dunia kini bersiap mengalihkan fokus mereka kembali ke daratan Eropa.
Ya, persaingan sengit perebutan gelar juara dunia FIA WRC 2026 akan berlanjut pada putaran ke-4 yang dijadwalkan berlangsung di lintasan aspal menantang dalam ajang Croatia Rally pada 10-12 April 2026 mendatang.