mobilinanews (Jakarta) – Libur Lebaran 1447 H segera usai. Bagi kamu yang sedang bersiap kembali ke rutinitas pekerjaan atau bisnis, Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan telah merilis jadwal resmi rekayasa lalu lintas untuk arus balik 2026. Mengingat puncak arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, sangat penting untuk mencatat jadwal One Way dan Contra Flow agar perjalananmu tidak berakhir dengan rasa lelah berlebih di jalan.
Berdasarkan data Korlantas, arus balik tahun ini diprediksi akan terbagi menjadi dua tahap utama:
Tahap Pertama: Senin – Selasa, 23–24 Maret 2026.
Tahap Kedua: Sabtu – Minggu, 28–29 Maret 2026.
Pemerintah telah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk memastikan pergerakan kendaraan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta tetap terkendali. Berikut adalah detail lokasinya:
Sistem ini akan menutup jalur arah sebaliknya (arah keluar Jakarta) untuk memberikan ruang penuh bagi kendaraan yang menuju Jakarta.
Ruas: Jalan Tol Semarang–Solo KM 421 s.d. Jakarta–Cikampek KM 70.
Waktu: Senin, 23 Maret 2026 (12.00 WIB) hingga Minggu, 29 Maret 2026 (24.00 WIB).
Skema ini memungkinkan penambahan lajur tambahan di sisi jalan yang berlawanan arah untuk mengurai kepadatan.
Tol Jakarta–Cikampek (KM 70 - KM 47): Berlaku Senin, 23 Maret 2026 (14.00 WIB) s.d. Minggu, 29 Maret 2026 (24.00 WIB).
Tol Jagorawi (KM 21 Gunung Putri - KM 8 Cipayung): Berlaku hanya pada jam tertentu, yaitu:
Selasa, 24 Maret 2026 (Pukul 14.00 - 19.00 WIB).
Minggu, 29 Maret 2026 (Pukul 14.00 - 19.00 WIB).
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memberikan saran menarik bagi para pekerja yang memiliki fleksibilitas tempat kerja. Sangat disarankan untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
"Pemudik disarankan mengatur jadwal perjalanan kembali pada tanggal 26 hingga 28 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan di puncak arus balik."
Kenapa kamu harus mempertimbangkan ini?
Efisiensi Waktu: Kembali di antara dua puncak arus balik (sekitar tanggal 26-27 Maret) akan jauh lebih lancar.
Kesehatan Mental: Menghindari kemacetan parah berarti menjaga energi tetap stabil sebelum kembali ke kantor.
Keselamatan: Jalanan yang terlalu padat meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan pengemudi.
Cek Saldo E-Toll: Pastikan saldo mencukupi agar tidak menghambat antrean di gerbang tol.
Update Kondisi Real-Time: Pantau aplikasi navigasi atau media sosial resmi Jasa Marga sebelum masuk ke jalur tol.
Kondisi Fisik & Kendaraan: Jangan memaksakan menyetir saat mengantuk. Gunakan rest area secara bijak (maksimal 30 menit jika kondisi sangat padat).
Tetap waspada, patuhi rambu lalu lintas, dan semoga sampai di tujuan dengan selamat untuk kembali beraktivitas!