MotoGP 2026: Jorge Martin Mulai Nyaman di Aprilia, Bursa Pembalap Kudu Dikocok Ulang

Selasa, 24/03/2026 21:24 WIB | Rulin purba
Jorge Martin (Spanyol/Aprilia), kembali ke zona podium.. (Foto: ist)
Jorge Martin (Spanyol/Aprilia), kembali ke zona podium.. (Foto: ist)

mobilinanews (Brasil) - Double podium di sprint dan main race GP.Brasil membuat Jorge Martin merasa sudah kembali ke tempat dimana ia seharusnya berada. Rencana hengkang ke Yamaha pada 2027 pun di ambang ketidakpastian.

Itu podium perdana Martinator sejak mendapuk gelar juara dunia 2024. Juga perdana di Aprilia setelah terpuruk panjang semusim kompetisi 2025.

Finish 1-2 di main race Brasil, Marco Bezzecchi pada P1 dan ia P2, membuat Martin mulai percaya diri bakal bisa makin menyatu dengan karakter motor Aprilia RS-GP. Dalam beberapa race lagi ia berharap sudah bisa menyatu dan memaksimalkan potensi yang dimiliki RS-GP seperti sudah dilakukan Bezzecchi. 

Aprilia benar-benar sudah jadi ancaman serius Ducati  pada trek perburuan gelar. Apalagi 3 joki Aprilia finish 4 Besar terdepan dengan masuknya AI Ogura (Trackhouse Aprilia) di posisi 5. Ducati lewat Fabio Di Giannantonio (VR46) dan Marc Marquez berada di urutan 3 dan 4.

Dua seri awal 2026 dimenangkan Aprilia (Bezzecchi). Jika tren positif itu konsisten, dan tren negatif Ducati berlanjut, bukan tak mungkin justru Aprilia yang akan berada di garis depan perburuan gelar. 

 Dan, di situ ada Martin. Saat ini ia menempati posisi kedua klasemen MotoGP,  hanya kalah 11 poin dari Bezzecchi.  Sedangkan Marquez yang masih harus tetap doperhitungkan sebagai kandidat juara dunia, untuk sementara ini berada di peringkat 5, di bawah Pedro Acosta (KTM) dan Giannantonio. 

Kepada media, Martin mengaku sedang menikmati rasa nyaman bersama Aprilia. Masa adaptasinya sesuai harapan meskipun masih ada bagian yang harus ia tingkatkan dalam hal riding style guna memaksimalkan potensi RS-GP. 

Martin yang tahun lalu sempat minta hengkang dari Aprilia pun digoda media, apakah ingin bertahan di tim pabrikan Italia itu karena perkembangan positif saat ini. Ia ditanya soal rencana pindah ke Yamaha tahun depan sebagaimana isu kencang yang sudah beredar. Bahkan ada dugaan Martin dan Yamaha sudah ada kesepakatan bersama untuk musim 2027, menggantikan Fabio Quartararo yang pindah ke Honda.

Soal satu ini Martin menjawab diplomatis.

"Masa depan adalah masa depan. Saya ingin berpikir untuk saat ini saja. Begitu saya ambil keputusan maka saya akan 100% pada keputusan itu," ucapnya kepada MotoGP menyiratkan rencana pindah ke Yamaha tersebut belum final.

"Saat ini saya di Aprilia. Kami tengah berada pada momen yang bagus dan saya ingin menikmati momen ini."

Kontraknya dengan Aprilia berakhir di akhir musim 2026. Apakah berlanjut atau tidak bergantung kesepakatan kedua pihak, dan pastinya juga ditentukan oleh seberapa bagus dan konsisten performa Martin hingga akhir musim.

Jika nantinya Martin tetap berangkat ke Yamaha maha bursa pembalap tahun depan akan berjalan seperti rumor selama ini. Tapi, jika ia bertahan di Aprilia maka akan terjadi gejolak dan perlu kocok ulang. Pasalnya, seperti rumor juga, Francesco Bagnaia sudah gencar diisukan jadi pasangan Bezzecchi di Aprilia karena sejak awal diperkirakan Martin akan pergi.

Jadi, jika Bagnaia gagal ke Aprilia maka juara dunia 2022 dan 2023 ini harus mencari tempat lain jika Ducati tetap ingin memasangkan Marquez dengan Acosta. Jika pada akhirnya Ducati ingin pertahankan Bagnaia, maka Acosta yang harus berpikir ulang apakah bertahan di KTM atau pindah ke Honda mendampingi Quartararo.

Semua alternatif itu memang masih terlalu dini, tapi seperti kita ketahui semua pergerakan dan perburuan pembalap MotoGP sudah berjalan sejak bulanan bahkan sejak semusim sebelumnya.

Kesimpulannya, jika Martinator bisa konsisten pada serial balapan berikutnya maka ia bukan saja akan membetot perhatian di jalur perburuan gelar tetapi pada saat sama juga jadi kartu domino yang bisa mempengaruhi masa depan pembalap papan atas lainnya.

Martin sendiri mengaku saat ini tak ingin berpikir ke wilayah perburuan gelar. Ia hanya ingin menikmati balapan dan meraih hasil terbaik yang bisa ia lakukan. (r)