WorldSPB 2026 Ceko: Finis 10 Besar! Felix Mulya Obrak-abrik Barisan Depan Rider Eropa dari Grid Belakang

Minggu, 17/05/2026 22:32 WIB | bagas
Felix Mulya #27 dan Arai Agaska #93 - ProGP NitiRacing (Foto: Yamaha)
Felix Mulya #27 dan Arai Agaska #93 - ProGP NitiRacing (Foto: Yamaha)

Mobilinanews (Ceko) - Dua pembalap muda berbakat asal Indonesia, Felix Mulya dan Arai Agaska, baru saja menyelesaikan perjuangan keras mereka dalam putaran ketiga kejuaraan World Sportbike 2026 (WorldSPB 2026) yang berlangsung di Autodrom Most, Ceko. 

Sebagai bagian dari rangkaian pekan balap akbar yang digelar bersamaan dengan seri kelima kelas yang lebih tinggi yakni WorldSSP dan WorldSBK, persaingan di kelas WorldSPB ini menyuguhkan drama luar biasa di lintasan sepanjang 4.212 meter tersebut. 

Kedua pembalap yang bernaung di bawah bendera tim Progo Nitiracing dengan menunggangi motor Yamaha YZF-R7 ini menunjukkan performa yang sangat kompetitif sejak sesi kualifikasi.

Race 1

Sesi Race 1 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering dengan suhu udara 15 derajat Celcius menjadi panggung pembuktian bagi ketahanan dan strategi kedua pembalap Indonesia tersebut.

Felix Mulya #27 - ProGP NitiRacing (Foto: Yamaha)

Memulai balapan dari barisan belakang tidak membuat mental mereka ciut. Seperti Felix Mulya yang mengawali posisi start ke-20 di grid berhasil melakukan peningkatan posisi yang sangat baik sepanjang 12 putaran balapan.

Pembalap bernomor start #27 tersebut akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-13 (P13) dengan catatan total waktu yang terpaut 15,179 detik dari sang pemenang balapan, Matteo Vannucci, rider Aprilia RS 660 Factory dari tim Revo-M2.

Dalam prosesnya, Felix Mulya mencatatkan waktu putaran terbaik personalnya di angka satu menit 40,537 detik dan mampu memacu motornya hingga kecepatan maksimal 226,9 km/jam di lintasan lurus.

Tidak kalah impresif, Arai Agaska yang mengendarai motor bernomor #93 juga memperlihatkan aksi saling salip hingga sukses mengakhiri balapan di posisi ke-15 (P15), tepat dua peringkat di belakang rekan setimnya, terpaut sekitar 0,346 detik dari Felix Mulya.

Arai Agaska #93 - ProGP NitiRacing (Foto: Yamaha)

Sepanjang balapan pertama tersebut, Arai Agaska menorehkan waktu putaran tercepatnya satu menit 40,706 detik dan mencatat kecepatan tertinggi yang sama persis dengan Felix Mulya, yaitu berada di angka 226,9 km/jam.

Keberhasilan kedua pembalap ini finis di posisi ke-13 dan ke-15 membuat tim ProGP Nitiracing sukses membawa pulang poin ganda yang tentunya sangat berharga bagi mereka dari Race 1 Ceko.

Race 2

Memasuki Race 2 yang digelar keesokan harinya, tantangan di sirkuit menjadi semakin panas. Sejak lampu start padam, balapan langsung diwarnai insiden kecelakaan masal di tikungan pertama yang melibatkan beberapa pembalap papan atas.

Felix Mulya dengan sangat jeli berhasil meloloskan diri dari kekacauan tersebut dan langsung memperbaiki posisinya secara signifikan. Tampil penuh percaya diri, Felix Mulya terus mempertahankan ritme balap yang luar biasa dan berhasil finis di urutan ke-7 (P7).

Performa impresif Felix Mulya di Race 2 ini juga dipertegas dengan mempertajam catatan waktu putaran terbaiknya menjadi satu menit 39,826 detik, serta mencatatkan kecepatan puncak yang meningkat hingga 229,2 km/jam.

Sayangnya, nasib baik di Race 2 tidak berpihak kepada rekan senegaranya, Arai Agaska yang harus terhenti sebelum balapan usai, meskipun sempat mencetak waktu putaran yang sangat tajam yaitu 1 menit 40,329 detik dan menembus kecepatan puncak 227,8 km/jam.

Felix Mulya #27 - ProGP NitiRacing (Foto: Yamaha)

Pembalap muda ini mengalami nasib sial dan dinyatakan gagal finis atau DNF setelah terpaksa menyudahi balapan lebih awal pada lap ke-3, sehingga ia kehilangan kesempatan untuk mengulang kesuksesan mendulang poin seperti yang diraihnya pada Race 1.

Secara keseluruhan, putaran ketiga WorldSPB 2026 di Autodrom Most Ceko ini memberikan banyak pelajaran sekaligus sinyal positif bagi perkembangan karier internasional Felix Mulya dan Arai Agaska.

Keberhasilan Felix Mulya menembus posisi sepuluh besar di Race 2 serta konsistensi Arai Agaska dalam meraih poin di Race 1 membuktikan bahwa pembalap Indonesia memiliki kapasitas besar untuk bersaing ketat dengan para pembalap Eropa.

Perjalanan musim kompetisi 2026 masih panjang, dan modal performa impresif di Ceko ini tentu menjadi suntikan motivasi yang sangat besar bagi kubu Progo Nitiracing untuk menghadapi seri-seri berikutnya.