Mobilinanews (AS) - Setelah menyelesaikan persaingan sengit di tanah Brasil, rombongan tim balap Prima Pramac Yamaha kini telah mendarat di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS) untuk menjalani seri putaran ketiga MotoGP 2026 di Circuit of the Americas (COTA).
Digelar pada 27-29 Maret akhir pekan ini, kedatangan tim di AS bukan sekadar untuk mengejar poin, melainkan untuk melanjutkan misi besar pengembangan motor YZR-M1 yang sedang dalam masa transisi penting.
Terlebih bagi sang bintang baru, Toprak Razgatlioglu yang pada akhir pekan ini akan menandai babak krusial dalam proses transformasinya dari penguasa WorldSBK menjadi penantang elit di MotoGP.

Meski COTA bukan merupakan wilayah asing baginya, mengingat ia pernah mencicipi aspal Texas saat berlaga di Red Bull Rookies Cup di awal karirnya, menunggangi motor prototype MotoGP adalah tantangan yang berada di level yang berbeda.
Pembalap asal Turki tersebut menyadari bahwa pengalaman masa lalunya hanya akan membantu sedikit dalam hal menghafal arah lintasan. Selebihnya, ia harus belajar menjinakkan tenaga buas dan kompleksitas elektronik MotoGP.
Melalui pernyataan resminya, Toprak mengungkapkan antusiasme sekaligus sikap mawas diri dalam menghadapi tantangan di Austin. Ia menegaskan tekadnya untuk mempertahankan momentum positif yang sempat ia rasakan pada balapan sebelumnya.
“Saya memiliki beberapa pengalaman dari Rookies Cup, tetapi berkendara di sini dengan motor MotoGP adalah tantangan yang sangat berbeda,” ungkap Toprak mengutip keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
“Ini adalah akhir pekan penting lainnya bagi saya karena segalanya masih baru di MotoGP, terutama di sini, di COTA. Tujuan saya adalah terus maju, sesi demi sesi, dan memberikan yang terbaik untuk tim,” tambahnya.

Dengan evaluasi positif dari performa di Brasil, tim mekanik Prima Pramac Yamaha diharapkan mampu memberikan paket motor yang lebih kompetitif bagi Toprak agar ia bisa bermanuver lebih agresif di sektor-sektor teknis COTA.
“Kami terus bekerja langkah demi langkah, mencoba memahami motor dengan lebih baik dan meningkatkan feeling saya, terutama di lintasan seperti ini yang cukup menuntut,” pungkas Toprak.
Dengan demikian, publik kini menanti apakah gaya balap "Stop-and-Go" yang menjadi ciri khas Toprak dapat berpadu manis dengan karakter sirkuit Amerika ini demi membawa Yamaha merangkak naik ke barisan depan.