MotoGP 2026: Tragis! Dari Juara Dunia Jadi `King of DNF`, Joan Mir Benar-Benar Hancur di Honda?

Senin, 13/04/2026 10:47 WIB | bagas
Joan Mir - Honda HRC Castrol (Foto: HRC)
Joan Mir - Honda HRC Castrol (Foto: HRC)

Mobilinanews (Spanyol) - Gelar juara dunia MotoGP 2020 yang pernah diraih Joan Mir seolah menjadi memori usang di tengah badai performa yang dihadapi saat ini.

Pembalap asal Spanyol tersebut kini justru memikul beban berat berupa predikat yang tidak diinginkan oleh atlet manapun, yakni "King of DNF".

Julukan sebagai raja gagal finis ini bukanlah sekadar sindiran tanpa dasar, melainkan cerminan dari realitas pahit yang ia lalui sejak berseragam Repsol Honda.

Transformasi Mir dari seorang pembalap yang dikenal dengan konsistensi tinggi saat bersama Suzuki menjadi sosok yang akrab dengan area gravel adalah potret nyata sulitnya menjinakkan Honda RC213V.

Motor ini memiliki reputasi sebagai mesin yang sangat menuntut dan sulit diprediksi, sangat kontras dengan karakter motor Suzuki yang dahulu lebih stabil dan bersahabat dengan gaya balap Mir.

Ketidakharmonisan antara gaya balap sang juara dunia dengan karakter motor tersebut memaksa Mir untuk selalu berkendara di ambang batas demi mengejar ketertinggalan performa.

Statistik di lintasan memberikan gambaran yang cukup memprihatinkan mengenai situasi ini. Memasuki musim 2026, tren negatif tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Dari tiga seri pembuka yang telah digelar, Mir tercatat hanya mampu menyentuh garis finis satu kali, itupun hanya dalam sesi Sprint Race di Grand Prix Thailand.

Tingginya angka kegagalan finis ini secara otomatis melambungkan nama Mir ke puncak daftar pembalap dengan catatan DNF (Did Not Finish) paling signifikan di grid MotoGP saat ini.

Namun, menilai keterpurukan Mir hanya dari satu sudut pandang individu tentu tidaklah adil. Rentetan kecelakaan dan masalah teknis yang dialaminya merupakan akumulasi dari paket motor yang belum kompetitif, terutama pada aspek stabilitas cornering dan minimnya grip.

Dalam upayanya memberikan yang terbaik bagi HRC, Mir seringkali terpaksa mengambil risiko ekstrem yang justru berujung pada insiden.

Mentalitas juara Mir kini benar-benar diuji untuk tetap bertahan di tengah tekanan kritik dan keterbatasan teknis yang seolah tiada henti menghimpit kariernya di tim pabrikan Jepang tersebut.