mobilinanews (Spanyol) - Fabio Di Giannantonio (Italia/VR46 Ducati) tengah laris manis untuk kursi di musim 2027. Maklum, ia pada musim 2026 sementara ini menjadi joki terbaik dari 6 pembalap Ducati di starting grid.
Dari 3 seri balap yang sudah berlalu, Diggia jadi joki Ducati tertinggi di klasemen sementara. Ia di peringkat 4 di bawah duet Aprilia Marco Bezzecchi dan Jorge Martin serta Pedro Acosta (KTM). Total poinnya 50, unggul 5 angka atas pembalap nomor 1 Ducati, Marc Marquez.
Gerakan terbaru Diggia terjadi di sesi FP1 GP Spanyol, Sirkuit Jerez, pada Jumat (24/4). Ia tercepat dan satu-satunya pembalap yang bisa berlari di bawah catatan waktu 1 menit 37 detik.
Wajar kalau nama pembalap berusia 27 tahun itu kini wara-wifi di bursa pembalap 2027. Ia ditaksir beberapa tim, tentunya dengan perbaikan nilai kontrak.
Ia sendiri sempat berucap ingin tetap di VR46 karena tim milik Valentino Rossi itulah yang menyelamatkannya sehingga tetap ada di MotoGP. Yakni saat kursinya di tim Gtesini Ducati diambil alih Marc Marquez jelang musim 2024, pada saat Diggia belum punya tim pengganti.
Meski bukan anggota VR46 Riders Academy, Rossi yang menariknya untuk menggantikan Luca Marini yang pindah ke tim pabrikan Honda.
Tapi, saat ini tawaran yang masuk melalui manajer pribadinya bisa jadi sulit ditolak karena pertimbangan finansial masa depannya dalam usia 28 tahun pada musim depan. Lagipula regulasi baru dengan mesin 850 cc tahun depan membuat semua tim akan masuk kompetisi dengan kekuatan yang misterius dalam arti tak ada tim favorit dari sisi teknis.
Tinggal tunggu keputusan Diggia nantinya. Ikut nasehat sang manajer atau tetap setia di skuad VR46.
Selain perpanjangan kontrak di VR46, Diggia saat ini masuk radar beberapa tim, termasuk tim pabrikan Ducati. Ducati sudah sebut namanya sebagai pengganti jika Marquez benar-benar pensiun dini di akhir musim 2026.
Tech3 yang kini bercitra dengan KTM juga memasukkan Diggia sebagai prmbalap utama jika tim tersebut menjadi tim satelit Honda tahun depan.
Terbaru adalah minat tim Trackhouse Aprilia yang akan kehilangan AI Ogura ke Yamaha. Team Principal Davide Brivio tak ingin berinvestasi kepada pembalap ruki lagi. Ia ntar hanya dua nama, yakni Diggia atau Joan Mir yang meraih gelar 2020 saat bersama Brivio di tim Suzuki.
Tentu saja posisi tawar Diggia saat ini jauh lebih bagus ketimbang musim sebelumnya. Ia yang sudah menentukan syarat. Bahkan jika masuk tim pabrikan pun ia yang minta syarat, yakni perlakuan dan dukungan yang sama seperti selama ini diterima Marquez. Wow!
Jika Tech3 atau Hinda serius, atau Trackhouse juga serius, dipastikan kubu Diggia punya persyaratan yang harus jauh lebih baik dari yang ia dapat di VR46 seperti harapan manajernya. (r)