Mobilinanews (Semarang) - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026 Putaran 2 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 5-7 Juni 2026, menjadi saksi bisu dari sebuah kisah perjuangan yang tidak hanya menguji adrenalin, tetapi juga keharmonisan.
Seperti salah satu pereli andalan Gazpoll Racing Team, M. Ismail Ekadana, sukses mencuri perhatian publik setelah berhasil mengamankan podium kedua di kelas R2.
Menariknya, pencapaian gemilang dalam laga kali ini diraih dengan formasi kokpit yang sangat istimewa, di mana Ekadana tampil perdana didampingi oleh sang istri, R. Eva Soraya, yang bertindak sebagai navigator di dalam kemudi Toyota Corolla DX andalannya.
Keputusan untuk mendudukkan sang istri di kursi navigator ternyata berawal dari sebuah momentum coba-coba yang berujung manis. Ekadana mengungkapkan bahwa keputusan nekat ini diambil lantaran sang istri menyambut idenya dengan sangat positif.

“Awalnya itu sebenarnya coba-coba. Saya nawarin istri untuk jadi co-driver saya dan ternyata dia mau justru malah excited,” ungkap Ekadana saat dihubungi tim Mobilinanews.com, Minggu (7/7/2026).
“Setelah itu ya sudah kita coba persiapkan mobil dan kebetulan untuk tahun ini rencananya memang kita baru pertama ikutan di seri 2 Kejurnas karena seri 1 nya jauh di Medan dan mobil juga baru siap yaudah kita gas di seri 2 ini,” tambahnya.
Meskipun baru pertama kali memegang kendali pacenote, Eva Soraya membuktikan diri memiliki mentalitas seorang penantang yang luar biasa. Ekadana mengakui sejak awal bahwa istrinya memiliki potensi besar, dan adaptasinya berjalan sangat cepat.
“Di tim saya ada navigator yang sudah lebih berpengalaman, SS1 dan SS2 sempat didampingi. Tapi, di SS3 dan SS4 bahkan di akhir SS2, istri saya sempat meminta untuk survei track dan kita sama-sama membuat pacenote sendiri untuk SS3,” paparnya.

“Dan kemajuannya pun ternyata sangat pesat, malah selama saya balap di ajang Sprint Rally, kali ini justru dibaca (pacenote) sama istri saya, saya merasa lebih nyaman dan jelas, hampir tidak ada miss,” terang Ekadana dengan bangga.
Perjalanan mereka sepanjang empat SS di Semarang menyajikan dinamika persaingan yang sangat sengit dan mendebarkan. Pada SS1, pasangan ini memulai debut dengan mencatatkan waktu 5 menit 25,2 detik.
Memasuki SS2, performa mereka semakin tajam setelah mencatatkan waktu impresif 5 menit 12,3 detik. Hasil di SS2 ini bahkan menjadi catatan tercepat mereka dan memangkas jarak akumulasi dengan pimpinan lomba menjadi hanya tersisa 5 detik saja.
Di keesokan harinya, ambisi untuk merebut posisi terdepan semakin membara di SS3, di mana duet suami-istri ini mencatatkan waktu 5 menit 07,1 detik berkat pacenote yang mereka racik sendiri.
Sayangnya, kendala teknis menghadang mereka di stage penentu tepatnya di SS4 akibat menghantam sebongkah batu dalam posisi yang cukup kencang atau full speed yang membuat komponen ball joint mobilnya terlepas.
Kendati harus tertahan dengan catatan waktu 5 menit 28,6 detik di stage terakhir, mereka tetap berhasil menyentuh garis finis. Ekadana pun menceritakan secara detail ketegangan dan emosi yang ia rasakan sepanjang balapan hingga insiden tersebut terjadi.
“Awalnya memang sudah kelihatan (potensi Istri) sejak shakedown, saat shakedown dia sempat pegangan tangan, lalu saat mulai SS1 dia sudah pede, SS2 jauh lebih pede lagi, bahkan di SS3 sudah bikin pacenote sendiri dan membaca dengan baik,” paparnya.
“Sebenarnya kita sempat fastest di SS2 di kelas R2 cuma selisih saya masih cukup jauh dari yang ke posisi pertama, karena saya juga masih adaptasi sama istri sebagai navigator, di SS2 kita berhasil memotong jarak jadi sisa 5 detik gapnya,” tambahnya.

“Lalu, kita mau coba bantai di SS3 dengan persiapan yang lebih matang, namun ternyata kompetitor kita masih jauh lebih cepat, tapi saya sempat terus ngepush untuk memangkas jarak, saya juga merapikan lagi termasuk di beberapa tikungan,” tutur Ekadana.
“Namun sayangnya di SS4 saya kena batu saat memang lagi lumayan kencang jadi ada insiden ball joint mobil saya lepas, jadi roda saya otomatis jadi ada damage disitu, tapi alhamdulillah semua aman, masih bisa finis,” ungkapnya.
“Alhamdulillah masih dapat podium 2. Perasaannya campur aduk, senang, terharu, sedih juga belum bisa podium 1 tapi gapapa, pengalaman dan pelajaran yang penting banget soal persiapan agar kita bisa fight lebih bagus lagi di seri berikutnya,” tegas Ekadana.
Secara keseluruhan, akumulasi waktu yang dibukukan oleh Ekadana dari SS1 hingga SS4 mencapai 21 menit 13,2 detik. Hasil akhir tersebut mengukuhkan posisi mereka di peringkat kedua kelas R2 dalam lembar hasil resmi Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran 2.

Berada di atas mereka, podium pertama berhasil diamankan oleh pereli Bintang Automotive Tody Ramadhan dengan total waktu 20 menit 37,6 detik, sementara posisi ketiga ditempati oleh Naufal Farhan dengan torehan waktu 22 menit 54,5 detik.
Bagi Ekadana dan Eva, debut manis di ajang Kejurnas Sprint Rally 2026 Putaran 2 ini menjadi modal evaluasi yang sangat matang untuk kembali bertarung demi podium tertinggi pada seri kejuaraan nasional mendatang.
Melihat kesuksesan di debut perdana mereka, kebersamaan pasangan suami-istri di dalam mobil balap ini tampaknya akan terus berlanjut ke seri-seri berikutnya. Ekadana memberi sinyal kuat bahwa sang istri sudah mulai menikmati peran barunya di dunia balap.
“Dari sisi keberanian dia (Eva) termasuk tipe yang risk taker, saya lihat juga dia ada keinginan untuk mencoba hal yang baru. Jadi, Insyaallah kalau waktunya pas, karena kelihatannya istri saya ketagihan,” pungkas Ekadana.