Chepot Haniwiano Sang Legenda Rally Indonesia. Tetap On Fire di Usia 78 Tahun

Senin, 08/06/2026 19:19 WIB | Rulin purba
Chepot Haniwiano dan Irwan Rachim bersama Datsun Kotak andalannya. (Foto: ist)
Chepot Haniwiano dan Irwan Rachim bersama Datsun Kotak andalannya. (Foto: ist)

mobilinanews (Jakarta) -  Siapa yang tidak mengenal sosok Chepot Haniwiano. Kalau pegiat atau pecinta balap.nasional, pasti kenal atau setidaknya tahu namanya.

Ia adalah salah satu legenda balap.mobil Infonesia, di lintasan sirkuit dan terutama di kancah rally mobil.

Era tahun 1980-an ia pembalap regular di Sirkuit Ancol bersama legenda lainnya, almarhum Aswin Bahar dll.  Di masa yang sama, Chepot bersama navigator Poedio Bintoro berhasil menguasai seluruh lomba Speed Rally di Indonesia. Mereka memacu Honda Civic dengan livery kuning yang  saat itu ikonik.

Meski saat ini  sudah berusia 78 tahun, semangat dan kecintaannya terhadap dunia balap tidaklah surut. Dalam usia segitu, dalam beberapa tahun terakhir ia malah menikmati aktivitas motoran bersama rekan seangkatan maupun yuniornya yang tergabung dalam Club Touring Legend Riders. Ia sering ikut turing ke berbagai daerah Indonesia dengan durasi beberapa hari perjalanan.

Tapi, semangatnya untuk main di kancah reli tetap on fire, masih menyala-nyala.Tahun ini, misalnya, Chepot sudah mengikuti 2 kejuraan reli pendek atau  Sprint Rally. Berpasangan dengan Irwan 'Gibet' Rachim yang selain reli juga aktif di kancah Speed Offroad  dan juga  gabung di Legend Riders .

"Semangatnya masih luar biasa. Tadinya ia ingin duduk sebagai driver. Tapi, teman-teman tidak mengizinkan.mengingat kondisi fisik dan kesehatannya," kata Gibet kepada mobilinanews. com.

Chepot pun duduk sebagai navigator. Gibet mengaku kaget karena seniornya sangat tenang dan tampak menikmati perlombaan.

Pada Kejurda Sprint Rally  di Cikembar dua Minggu lalu, mereka berdua berhasil naik podium sebagai runner up di Kelas R2.  Mobil yang digunakan adalah Datsun Kotak yang berusia 30 tahun lebih dan pada masanya salah satu mobil kompetisi yang digemari pembalap Indonesia.

Keberhasilan itu menambah semangat Chepot untuk ikut Kejurnas Sprint  Rally berikutnya, pekan lalu di Semarang.

Tapi, Rabu menjelang  keberangkatan ke Semarang,  kondisi kesehatan Chepot sempat drop. Tensi gulanya melonjak di atas angka 500. Ia angsung dibawa ke rumah sakit. Setelah diinfus  dan istirahat sejenak, ia memaksa untuk tidak dirawat dan kembali ke rumah. 

Alhamdulillah, esok harinya atau Kamis,  kesehatannya membaik meskipun belum pulih 100%. Tensi gulanya masih di angka 300.

Ia tetap berangkat ke Semarang. Dan, hasilnya, pasangan Gibet/Chepot  masuk posisi 3 Besar di Kelas R2. Sayang, si Datsun Kotak mengalami kerusakan mesin pada sesi berikutnya..

Dalam situasi itu Chepot malah banyak bercanda dan ketawa-tawa melihat Gibet sibuk dalam usaha memperbaiki mobil.

":Rasain lu yang nyupir,.Repot dan capek ya,! kata Chepot yang dari awal.memang ingin duduk di bangku driver.

Tapi, apapun hasil akhirnya,  terbukti kalau spirit dan adrenalin Chepot tak luntur dalam usia 78 tahun. Tak ada rasa takut meski duduk di sebelah Gibet yang di kalangan balap dikenal sebagai driver yang hanya punya dua kemungkinan hasil akhir, yakni fiinish podium atau DNF dengan berbagai sebab.

Diitanya perihal Gibet sebagai driver, ia hanya berkomentar pendek dengan nada becanda

"Gibet nyupir seperti ubur-ubur, lebih pelan dari kura-kura."

Tapi, di balik sikapnya yang acap bercanda, Gibet mengaku mendapat banyak pelajaran dari Chepot. Salah satunya adalah tips teknis yang oleh Gibet akan jadi panduan pada perjalanan kompetisi berikutnya.

"Ia.menyebut gaya balap gua kasar. Itu  bagus sebagai sebuah show. Penonton suka melihatnya. Tapi, gaya seperti itu justru tidak efektif untuk mencetak catatan waktu terbaik," imbuh Gibet dan menambahkan solusi yang dianjurkan Chepot yang sementara ini tak ingin dibagikan Gibet secara terbuka karena menyangkut ilmu yang langka dan layak dirahasiakan. 

"Pokoknya banyak pelajaran yang gua petik dari beliau," tandasnya.

Ia berharap sang senior sehat selalu dan mengaku tak sabar untuk ngegas bareng lagi. Sembari belajar dan coba 'menguras' ilmu balap yang dimiliki Chepot.