mobilinanews (Jakarta) - Ford Motor Company (Ford) resmi mengumumkan langkah strategis besar-besaran untuk pasar Inggris dan Eropa. Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat ini bersiap meluncurkan lima model kendaraan baru berkarakter reli hingga tahun 2029. Strategi agresif ini sengaja diambil demi memikat kembali minat konsumen serta mengembalikan kedudukan Ford yang sempat goyah di kawasan tersebut.
President of Ford Europe, Jim Baumbick, menegaskan bahwa penyegaran lini produk ini akan menjadi fondasi penting bagi komitmen baru perusahaan di Eropa. Strategi komersial ini berfokus pada diferensiasi produk dengan memperkuat aspek performa dan kemampuan lintas medan (all-terrain), yang selama ini menjadi keunggulan historis Ford.
"Kami mengambil jiwa dari Mustang dan memadukannya dengan ketangguhan legendaris Ranger Raptor untuk menghasilkan kendaraan yang mendambakan rute pegunungan maupun jalan berkerikil," ungkap Baumbick, seperti dilansir dari AutoCar.
Sentuhan Legenda Bronco dan Teknologi Multi-Energi
Produk pertama yang akan memimpin pergerakan ini adalah sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) kompak ramah lingkungan yang terinspirasi dari lini legendaris, Ford Bronco. Kendaraan multi-energi ini dijadwalkan masuk jalur perakitan pada tahun 2028 di pabrik Valencia, Spanyol.
Model tersebut akan berbagi platform K2 bersama Ford Kuga dan diproyeksikan mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Meski dimensinya disesuaikan dengan karakteristik jalanan Eropa yang cenderung padat, SUV ini dipastikan tetap mempertahankan warisan desain ikonik khas Amerika Serikat. Langkah ini sekaligus menandai transformasi Bronco dari model tunggal menjadi jenama global (global brand) bervolume tinggi yang menyasar pasar massal.
Aliansi Strategis: Menghidupkan Kembali Fiesta Lewat Platform Prancis
Selain SUV berbasis Bronco, Ford memanfaatkan kemitraan strategis lintas pabrikan untuk bergerak cepat dalam skala besar. Ford menggandeng produsen otomotif Prancis, Renault, untuk menyiapkan dua kendaraan listrik (EV) yang dijadwalkan tiba pada tahun 2028.
Kedua model tersebut terdiri dari:
Hatchback Listrik Kecil: Berpotensi besar menghidupkan kembali papan nama legendaris, Ford Fiesta.
Crossover Listrik Kompak: Lini baru untuk memperkuat segmen EV.
Keduanya akan memanfaatkan platform Ampr Small milik Renault, yang sebelumnya sukses menopang Renault 4, Renault 5, serta Nissan Micra. Kendati berbagi basis teknologi dan penggerak dari Prancis, Ford menegaskan bahwa produk mereka tidak sekadar berganti emblem (rebadging). Ford memegang kendali penuh atas parameter bahasa desain reli serta dinamika berkendara (driving dynamics) khas Ford.
Melengkapi Kampanye `Ready Set Ford` dan Lini Niaga
Guna melengkapi strategi global bertajuk `Ready Set Ford` ini, dua model crossover multi-energi berkarakter reli lainnya akan diperkenalkan pada akhir tahun 2029.
Tidak hanya di segmen kendaraan penumpang, sektor kendaraan komersial juga mendapat perhatian serius. Ford mengonfirmasi kehadiran truk pikap ekstrem Ranger Super Duty yang akan bersanding dengan van Transit City yang baru saja diperkenalkan, memperkokoh dominasi Ford di segmen niaga.
Upaya Bangkit dari Efek "Suntik Mati" Fiesta dan Focus
Agresivitas Ford ini dipicu oleh merosotnya pangsa pasar mereka di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, raksasa otomotif ini sempat mendominasi tangga penjualan selama beberapa dekade melalui model populer seperti Fiesta dan Focus. Penurunan penjualan secara signifikan terjadi justru setelah Ford memutuskan untuk menghentikan produksi kedua model legendaris tersebut.
Keputusan pahit tersebut kala itu diambil demi mengonversi fasilitas perakitan di Cologne, Jerman, untuk memproduksi SUV listrik Explorer dan Capri yang dibangun di atas platform Modular Electric Drive Matrix (MEB) milik Volkswagen Group. Saat ini, portofolio EV Ford di Eropa sendiri diisi oleh Explorer, Capri, Mustang Mach-E, dan Puma Gen E.
Menuntut Fleksibilitas Regulasi Emisi Eropa
Meskipun terus memperluas lini elektrifikasi, manajemen Ford secara terbuka menilai target emisi yang ditetapkan oleh regulator Eropa perlu disesuaikan kembali. Pabrikan mendorong pendekatan yang lebih realistis dan mengutamakan kebutuhan riil konsumen di pasar.
Berdasarkan data industri, regulasi yang lebih fleksibel sangat dibutuhkan saat ini agar selaras dengan daya beli masyarakat yang sedang berkembang, sekaligus memberikan kepastian perencanaan jangka panjang yang stabil bagi para produsen otomotif.
Dengan memadukan DNA reli, efisiensi energi, dan kolaborasi platform strategis, Ford optimis era baru mereka di Eropa dapat mengembalikan kejayaan yang sempat hilang.