mobilinanews (Inggris) - Secara fisik dan mental sesungguhnya Marco Bezzecchi belum siap 100% untuk tampil di GP Inggris. Cidera bahu dan lutut masih sakit. Kepercayaan diri pun lemah. Tapi, ia macam srigala saat race.
Kamis (6/8) ia harus lewati tes medis untuk memastikan sudah layak balapan atau tidak. Esoknya ia justru melampaui rekor kecepatan MotoGP di Silverstone, dan pada Sabtu ia finish podium sesi sprint race.
Puncaknya pada balap utama Minggu (9/8). Ia kembali naik ke podium, P3.
Tak ada yang menduga double podium itu mengingat kondisinya. Ia sendiri pun tak menduga.
Mengingat serangkaian drama buruk dalam 4 race sebelumnya, wajar jika pembalap Aprilia itu menahan tangis sesuai balapan. Kini ia lbali ke papan atas klasemen di P2 setelah sebelumnya terjerembab ke peringkat 4.
CEO Aprilia Massimo Rivola salah satu yang sama sekali tak menduga performa positif pembalapnya.
"Tadi pagi untuk berjalan saja ia kesulitan. Semangatnya yang luar biasa yang membawanya ke podium, " kata Rivola.
Bezzecchi menambahkan sepanjang balapan ia hanya selalu menjaga semangat untuk tidak menyerah. Termasuk saat disalip Jorge Marrtin dan Alex Marquez.
"Melawan Alex saya hanya beruntung. Ia bikin kesalahan dan itu membuat saya bisa bernafas beberapa laps."
Bezzecchi tak lupa menyebut peran orang sekitarnya yang mampu menumbuhkan semangatnya dalam situasi fisik dan mental yang sempat buruk.
"Saya harus akui bahwa ini semua berkat dukungan Carlo (Pernat, personal manager-mya) khususnya, serta keluarga, tim, teman-teman, Vale (Valentino Rossi, mentornya) dan semua orang. Terutama Carlo yang hampir selalu mendampingi saya selama 22 jam sehari demi proses pemulihan dan saya bisa melewatinya," tegas pembalap Italia itu dalam wawancara khusus dengan DAZN.
Ia memang belum kembali ke puncak klasemen yang ia sempat ia kuasai di awal musim. Tapi, katanya, ia sudah ambil banyak pelajaran dari masa-masa sulitnya.
Ia akan percepat pemulihannya dalam libur beberapa hari jelang seri Aragon, sirkuit yanģ diperkirakan akan menguntungkan Marc Marquez (Ducati). Tapi, dengan kondisi fisik yang sudah pulih sepenuhnya, ia sebut mulai Aragon maka semua seri balap adalah sebuah perang. Ya, perang dalam perburuan gelar! (*)