Mobilinanews (Paraguay) - Ajang Rally del Paraguay menjadi saksi sejarah manis bagi pabrikan ikonik Lancia Corse HF. Putaran ke-11 WRC 2026 tersebut menandai keberhasilan pabrikan Italia ini langsung mengunci gelar juara tim WRC2 pada musim perdana.
Pencapaian luar biasa pada ajang World Rally Championship ini dipastikan lewat performa solid dua kru resminya. Duet Yohan Rossel–Arnaud Dunand serta Nikolay Gryazin–Konstantin Aleksandrov tampil konsisten pada ajang tersebut.
Kedua pasangan pereli tersebut berhasil membawa mobil Lancia Ypsilon Rally2 HF Integrale masing-masing finis di urutan kelima dan keenam. Hasil dari balapan yang sangat berat ini sudah cukup memicu selebrasi gelar juara dunia tim.
Lintasan kompetitif sepanjang 358 km di wilayah Itapua menyajikan jalur tanah nan cepat dan teknis. Tantangan medan yang berubah-ubah memaksa seluruh tim balap untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka di sana.

Kondisi lintasan berdebu tebal, alur jalan yang semakin dalam, serta cuaca serba tak menentu terus menguji batas ketahanan kendaraan. Setiap pereli dituntut ekstra waspada demi menjaga stabilitas mobil pada kecepatan tinggi.
Hari pertama terasa sangat berat bagi pasangan Rossel dan Dunand akibat masalah ban yang menghambat laju kecepatan. Gryazin dan Aleksandrov pun sempat mengalami kendala serupa yang mengancam posisi mereka di papan klasemen.
Meski demikian, kedua kru menunjukkan mental juara dengan bangkit mengatasi tekanan teknis hingga garis finis. Kerja keras seluruh anggota tim terbayar tuntas saat poin kumulatif mereka tidak lagi terkejar oleh kompetitor lain.
Ajang reli yang teramat brutal ini sekaligus menjadi wadah pengujian sempurna bagi Lancia Ypsilon Rally2 HF Integrale. Setiap kilometer lintasan memberi data berharga untuk penyempurnaan performa mesin serta sistem penggerak.
Gelar WRC2 Teams’ Championship ini merupakan buah manis dari proses pengembangan teknis yang tak kenal lelah. Ketangguhan armada balap Italia ini terbukti nyata di tengah kepungan trek paling ekstrem pada ajang dunia.

Kembalinya nama besar Lancia ke panggung kejuaraan dunia reli langsung membuah hasil manis yang sangat fenomenal. Keberhasilan meraih gelar juara pada tahun pertama merupakan bukti sahih keunggulan rekayasa otomotif mereka.
Sisa tiga seri balapan musim ini akan dijalani Lancia Corse HF dengan status bergengsi sebagai sang juara dunia baru. Fokus tim kini terbagi antara mengamankan poin perorangan dan terus mematangkan potensi kendaraan balapnya.
“Di reli berat ini, kebocoran ban menghalangi hasil target kami, meski kecepatan Nikolay dan Yohan jelas ada. Namun, mengunci gelar ini adalah kebanggaan besar,” ucap Didier Clément selaku Team Principal Lancia Corse HF, mengutip siarannya, Sabtu (5/9/2026).
Kini seluruh perhatian jajaran mekanik dan pereli langsung dialihkan ke seri berikutnya di wilayah Chile. "Kini, semua mata tertuju pada Chile, tempat kami akan kembali berlaga bersama kedua kru," pungkas Didier Clément tegas.