Mobilinanews (Sepang) - Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia siap menjadi panggung krusial dalam gelaran seri ke-19 MotoGP 2026. Fokus utama kini tertuju pada Luca Marini yang bertekad bangkit dari masa sulit usai mengalami kendala fisik yang cukup berat.
Pembalap Honda HRC Castrol tersebut sebelumnya terpaksa absen di Australia akibat serangan virus yang membatasi kondisinya. Kini, ia menatap balapan di Malaysia dengan optimisme tinggi demi mengembalikan performa resminya.
Perjuangan Marini di Phillip Island memang terhenti sangat awal karena kondisi badannya yang mendadak menurun tajam. Penunggang nomor sepuluh itu hanya sempat menyelesaikan beberapa putaran saja sebelum akhirnya dinyatakan tidak fit.
Proses pemulihan intensif langsung dilakukan sang pembalap Italia sejak hari Jumat lalu demi mengembalikan stamina. Ia mendedikasikan seluruh waktunya untuk istirahat total agar bisa kembali menunggangi motor Honda RC213V.

Usaha keras Marini untuk pulih kini mulai membuahkan hasil yang positif jelang akhir pekan balapan di Sepang. Tubuhnya perlahan kembali bertenaga setelah melewati latihan fisik ringan untuk mengukur ketahanan stamina dirinya.
“Sayangnya kami tidak bisa melakukan lebih dari beberapa lap di Phillip Island. Sejak Jumat saya fokus penuh untuk pulih sebanyak mungkin agar kondisi saya segera membaik kembali,” ucapnya mengutip keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Meski sudah bisa berlatih di gimnasium, Marini menyadari tantangan menunggangi motor MotoGP sangat jauh berbeda. Beban fisik yang dibutuhkan saat memacu kuda besi jauh lebih berat dibandingkan sekadar latihan kebugaran.
“Saya mulai merasa lebih baik dan sudah bisa kembali ke gym. Namun motor MotoGP selalu menjadi hal yang sangat berbeda dan membutuhkan fisik prima untuk mengendalikannya,” turut rider bernomor start #10 tersebut.
Sirkuit Sepang dikenal memiliki karakter yang menguras stamina akibat cuaca panas serta kelembaban yang tinggi. Marini sadar betul bahwa strategi menghemat energi akan menjadi kunci utama dalam menghadapi balapan nanti.
Pembalap asal Italia ini pun harus beradaptasi cepat dengan menyesuaikan pendekatan balapnya sejak latihan bebas. Langkah tersebut diambil guna memastikan cadangan staminanya tetap cukup hingga balapan utama di hari Minggu.

“Sepang adalah sirkuit yang menuntut fisik dengan kondisinya. Tentu ini pekan di mana kami sedikit mengubah pendekatan untuk memastikan energi cukup sampai hari Minggu,” ujar Marini menjelaskan tantangan di Malaysia.
Selain faktor kebugaran, kondisi cuaca yang sering berubah di Malaysia turut menjadi perhatian dari sang pembalap. Hujan deras khas kawasan tropis diperkirakan bisa mempengaruhi dinamika persaingan di lintasan sepanjang pekan.
“Banyak hal juga sangat bergantung pada apa yang terjadi dengan cuaca. Kami harus menjalani tes medis sebelum akhir pekan, tetapi saya pikir itu tidak akan jadi masalah,” pungkas adik Valentino Rossi ini.
Pekan balap ini terasa makin spesial karena menjadi penampilan ke-200 Marini di ajang Grand Prix sepanjang karier. Balapan di Sepang diharapkan menjadi momen kebangkitan manis bagi sang pembalap dan tim Honda HRC Castrol.