Mobilinanews (Jakarta) - Sarga Motorsport siap menghadirkan kejutan spektakuler dalam menyambut ajang FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026. Persiapan matang terus dilakukan demi menyajikan aksi adu kecepatan yang sangat berkesan bagi para penonton.
Promotor kawakan tersebut resmi membuka kelas pendukung khusus bagi para pemilik utility terrain vehicle. Kehadiran kategori anyar ini dipastikan memicu persaingan sengit dan menambah warna baru di lintasan balap bertaraf internasional.
Guna merangkul lebih banyak peserta, Sarga Motorsport menggandeng pereli senior ternama M Yassin Kosasih. Sosok berpengalaman ini dipercaya merangkul komunitas pemilik UTV agar bersedia berpartisipasi dalam ajang bergengsi.
Langkah strategis tersebut disambut antusias oleh para pecinta olahraga otomotif seru di Tanah Air. Kehadiran ajang pendukung dinilai memberikan wadah kompetisi yang sangat bergengsi bagi para pemilik kendaraan offroad berbodi kompak.
M Yassin Kosasih mengutarakan bahwa kesempatan emas ini menjadi kabar gembira bagi para pembalap offroad. Terutama bagi pemilik kendaraan Can-Am yang ingin merasakan langsung sensasi adu kencang di trek berstandar dunia milik FIA.

“Hadirnya supporting class di FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026 ini jelas menjadi angin segar bagi para offroader, khususnya pengguna Can-Am,” tuturnya saat ditemui di Serang, Banten, Minggu (25/10/2026) kemarin.
“Ini (Rallycross) merupakan ajang bertaraf dunia, dan kesempatan untuk menjajal lintasan internasional seperti ini tentu sangat langka. Kami sangat antusias menyambut kolaborasi ini,” sambung komando tim Jangkar Biru Motorsport tersebut.
Kesempatan istimewa ini bermula saat M Yassin diundang langsung oleh Deputy Chairman ajang bergengsi tersebut. Dalam pertemuan itu, Ricky Wirjan mengajak M Yassin meninjau persiapan arena sekaligus merangkul para pemilik Can-Am lokal.
Peninjauan langsung ke sirkuit memberikan gambaran jelas mengenai potensi besar dari pertunjukan tersebut. M Yassin merasa tertantang untuk mengumpulkan para pereli terbaik agar dapat memadati grid start pada kelas yang disiapkan.
“Kemarin saya diundang oleh Pak Ricky Wirjan selaku Deputy Chairman FIA Rallycross Indonesia World Cup 2026 untuk melihat persiapan trek yang akan digunakan dan meminta saya mengajak para pengguna Can-Am untuk meramaikan supporting class,” ucap Yassin.
Respons positif pun langsung berdatangan dari para offroader hingga kuota pendaftaran kini hampir habis. Dari alokasi 10 kendaraan yang disediakan panitia, sembilan slot peserta sudah terisi oleh para pembalap siap tempur.
Para calon kontestan bertarung sengit memperebutkan satu slot tersisa sebelum babak pendaftaran ditutup. Keterbatasan kuota peserta membuat persaingan merebut tempat di garis start menjadi sangat ketat serta penuh gengsi tinggi.
Terkait aturan main, regulasi kompetisi bakal mengacu pada standar Kejurnas Speed Offroad kelas G6. Acuan teknis ini amat memudahkan kontestan karena kendaraan tak perlu banyak diubah dari spesifikasi balap yang sudah ada.
Meski demikian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang dipantau ketat oleh pihak penyelenggara. Setiap unit Can-Am wajib memasang besi pelindung side bar pada sisi kendaraan demi menjaga keamanan sang pengemudi.
Pemasangan struktur pelindung samping tergolong sangat mudah dilakukan tanpa mengubah sasis utama kendaraan. Selain itu, jok penumpang sebelah kiri wajib dilepas agar kabin hanya menyisakan satu kursi balap untuk pengemudi.

“Antusiasmenya luar biasa. Can-Am punya potensi luar biasa sebagai kendaraan kompetisi, tenaganya besar, tapi modifikasinya relatif simpel. Lewat ajang ini, kita ingin membuktikan ketangguhannya,” tutur Yassin.
“Untuk regulasi, kita mengacu pada aturan Kejurnas Speed Offroad Kelas G.6. Jadi peserta tidak perlu repot melakukan banyak ubahan radikal, tinggal melengkapi standar keselamatan dasar seperti sidebar dan melepas jok penumpang,” paparnya.
Langkah ini efektif memperlihatkan performa luar biasa Can-Am sebagai kendaraan kompetisi yang sangat tangguh. Dengan bekal tenaga melimpah serta ubahan minimal, UTV terbukti memiliki potensi besar menaklukkan sirkuit kencang.
M Yassin menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan ajang ini selama lima tahun mendatang. Berbagai program pembinaan berbasis UTV bakal terus digelar guna mencetak bibit pembalap berbakat di masa depan.
“Komitmen kami tidak berhenti di sini, tapi siap mendukung penuh keberlangsungan FIA Rallycross di Indonesia hingga 5 tahun ke depan. Ini bukan sekadar race pendukung, tapi pembuktian para pengguna UTV untuk merasakan atmosfer kejuaraan dunia,” pungkasnya.