F1 2026 Meksiko: Cetak Pole Position Perdana di Ferrari. Apa Pentingnya Buat Lewis Hamilton?

Minggu, 01/11/2026 22:43 WIB | Rulin purba
Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: getty-f1)
Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: getty-f1)

mobilinanews (Meksiko) - Driver Ferrari Lewis Hamilton (Inggris) akan menjalani raceday GP Meksiko pada Minggu (1/11) siang waktu Meksiko atau pada Senin (2/11) pukul 03.00 dinihari WIB. 

Sampai detik ini Hamilton masih terdaftar sebagai kandidat juara dunia 2026. Tapi  posisi start terdepan itu tak ada pentingnya buat Hamilton dalam konteks kejuaraan dunia. Pasalnya, gelar itu hampir dipastikan akan jatuh kepada pembalap tim Mercedes Kimi Antonelli yang cukup finish 9 Besar di Meksiko untuk menyegel gelar 2026.

Tapi, pole di Meksiko itu sangat penting untuk membantu prestasinya tahun ini plus kepercayaan diri dan  motivasinya pada tahun-tahun mendatang. Karena itu Hamilton akan tetap fight untuk tetap di baris terdepan, menghadapi para pembalap muda super agresif macam Max Verstappen (Red Bull), Charles Leclerc (Ferrari)  George Russell (Mercedes) dan Lando Norris (McLaren).

Bakal ketat karena Hamilton dan 4 yuniornya masih ketat berebut posisi runner-up pada musim kompetisi tahun ini, di bawah Kimi sebagai juara dunia.

Kimi sendiri akan start dari P5 nanti subuh dan pastinya ia hanya akan bermain aman agar tak celaka dan berjuang untuk sebatas 9 Besar di garis finish.

Di phase kualifikasi, Hamilton mencetak pole dengan keunggulan sangat tipis, 0,009 detik atas Russell dan 0,119 atas Leclerc.

"Ini benar-benar pole istimewa," kata pria Inggris berusia 41 tahun itu.

Istimewa bukan hanya karena pole perdana di Ferrari, pole ke-105  dalam karirnya, jadi pembalap tertua kedua di sejarah F1 sebagai pole sitter setelah Mario Andretti pada 1982 dalam usia 42 tahun.Tapi yang lebih penting dari itu adalah pemicu semangat dan motivasi Hamilton untuk bertahan di F1 dalam beberapa tahun ke depan.

"Karena faktanya saya masih bisa raih pole mengalahkan pembalap muda-muda. Saya harus oertahankan dan tingkatkan hal itu," tandasnya.

Ya, gairah Hamilton melejit. Lima sisa balapan tahun ini akan ia gunakan untuk membantu engineer Ferrari membangun mobil kompetisi tahun depan. Ia harap feedback itu bawa hasil positif dan ia berkesempatan untuk meraih rekor 8 trofi juara dunia pada musim 2027 atau 2028.

Selesai?

Tidak! Karena Hamilton ingin melaju lebih jauh lagi hingga musim 2030 saat usianya mencapai 45 tahun.

Pada musim 2030 itu sirkus F1 akan masuk kembali ke benua Afrika dengan tajuk GP Rwanda. Hamilton ingin tampil di sana, untuk kali pertama atau mungkin juga kali terakhirnya  balapan F1 di Afrika, tanah leluhurnya dari pihak ayah.

Dalam beberapa tahun terakhir Hamilton adalah pembalap terdepan dan paling vokal melobi petinggi F1 dan FIA agar kalender balap F1 kembali ke tanah Afrika setelah beberapa dekade vakum. Wajar kalau ia terobsesi untuk berpartisipasi.  (*)