mobilinanews (Thailand) - Balap mobil turing merupakan balap yang dianggap sebelah mata, karenanya banyak orang bilang ini balapan kelas dua. Padahal balapan ini menghibur dengan persaingan yang ketat dan penuh aksi.
Sejak diluncurkan tahun 2015, Touring Car Racing (TCR) merupakan masa depan dari balapan turing. Berbeda dengan balapan turing yang sudah ada, TCR mengadopsi gaya aerodinamika mobil yang mirip balapan turing DTM Jerman dan SuperGT. Di mana body kit gondrong dengan sayap besar dipakai pada semua mobil balapnya.
Aturan tetap sama dengan ada 2 sesi latihan dan 2 sesi kualifikasi pada Kamis dan Jumat. Sedangkan balapan bisa dilakukan pada Sabtu dan Minggu dengan 2 kali race. Hanya 8 tim yang bisa mengikuti babak ini sehingga akan terdapat 24 mobil untuk diadu di dalam sirkuit. Sementara mekanisme poin mengikuti F1.
TCR sendiri sudah membuat seri antar benua atau interkontinental seperti Asia Series dan ikut serta sebagai seri kejuaraan nasional (kejurnas) di Cina, Italia, Portugal, Amerika, Jerman dan Thailand.
Sementara seri dunianya yakni TCR International akan mengadu semua pemenang dari ajang TCR ini untuk menjadi juara dunia TCR.
Stevano Comini asal Swiss sudah memenangkannya tahun 2015 dengan Seat Leon. (Teks Berto Pramadya)