Kritik Mesin 4 Silinder Segaris Yamaha, KTM MotoGP RC16 Tiru V4 Honda

Sabtu, 17/09/2016 22:11 WIB |
Kurt Trieb . Mesin V4 mendekati desain Honda dikombinasikan sasis baja trelis karakter KTM
Kurt Trieb . Mesin V4 mendekati desain Honda dikombinasikan sasis baja trelis karakter KTM

mobilinanews (Austria) – Kepala desainer mesin MotoGP KTM, Kurt Trieb mulai menguliti KTM RC16 sebelum penampilan resmi di Valencia, November nanti. Pak Trieb kasih bocoran, tim insinyur KTM memilih meniru konfigurasi mesin V4 milik Honda dan Ducati, daripada 4 silinder segaris versi Yamaha dan Suzuki.

Pilihan ini, disebut Pak Trieb agar mereka tidak mengulangi kegagalan pada 2005. Ketika itu, mesin KTM dicangkokkan pada sasis KR milik tim Kenny Roberts, Sr.. Masalahnya, saat itu, KTM mengembangkan mesin 3 silinder, karena keuntungan bobot total boleh lebih ringan. “Kami memulai dari nol, karena tidak ingin mengulang kesalahan 2005,” bukanya.

Diakui Trieb, mereka lebih memilih desain yang lebih dulu dikembangkan Honda “Banyak keuntungan dari mesin V4. Secara performa dan ketahanannya lebih baik. Aku punya pengalaman dengan mesin 4 silinder segaris, dan segala permasalahannya. Empat silinder segaris sepertinya tidak cocok dengan karakteristik KTM,” jujur Trieb.

Sayangnya, Trieb belum membuka sudut antar silindernya. Tapi, mereka mungkin akan mengambil jalan tengah. Sudutnya antara milik RC212V yang sempit atau Desmosedici yang lebar. “Makin lebar sudut, kami tidak memerlukan pemakaian balanser,” paparnya.

Namun Trieb mengaku batasan diameter mesin MotoGP yang maksimum 81mm menghambatnya mengejar putaran mesin hingga 20.000 rpm. Karena diameter klep terlalu kecil untuk mensuplai bensin di putaran tinggi. “Saat ini, rpm kami di kisaran 16.500 – 18.000,” sambungnya.

Saat ini, para insinyur KTM masih berkutat untuk mencari karakteristik tenaga RC. Terutama agar cocok di semua sirkuit. Termasuk di Jerez yang punya tikungan yang putaran mesinnya bisa drop hingga 5.000 rpm. “Mesin MotoGP pertama kami bekerja maksimal mulai 8.000 rpm. Ini akan kami perbaiki jika ingin berprestasi,” tutup Trieb.

Jadi nggak sabar menunggu kembaran Honda Repsol. Sama-sama berkelir oranye dan bermesin V4. (Aries Susanto)